- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Kenali Jenis Lingkungan Hidup agar Tahu Pentingnya Menjaga Alam
.jpg)
Keterangan Gambar : Pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup (foto-int)
ANALOGNEWS.id - Dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup kita harus mengenali dan memahami apa itu lingkungan hidup.
Secara garis besar, lingkungan hidup telah dikelompokkan sesuai jenis.
Baca Lainnya :
- Pengertian Lingkungan Hidup dan Manfaat Bagi Kehidupan Manusia0
- DLH Kelola Sampah Berkelanjutan dengan Melibatkan Masyarakat0
- DLH Bontang Sosialisasi Pengaduan dan Penyelesaian Sengketa Lingkungan 0
- Pentingnya Mangrove Bagi Kehidupan Manusia0
- HKAN, DLH Bontang Ajak Masyarakat Berperan Aktif Jaga Ekosistem Alam0
Kepala DLH Bontang Heru Triatmojo, mengatakan jika dikelompokkan, setidaknya ada empat jenis lingkungan hidup secara garis besar.
"Lingkungan fisik atau anorganik, lingkungan biologi atau organik, lingkungan sosial, dan lingkungan komposit," katanya.
Dia menjelaskan, Lingkungan fisik atau anorganik merupakan lingkungan yang terdiri dari gaya kosmik dan fisiogeografis seperti tanah, udara, laut, radiasi, dan gaya tarik.
Sementara, Lingkungan biologi atau organik, Heru menyampaiakan, yakni segala sesuatu yang bersifat biotis berupa mikroorganisme, parasit, hewan, tumbuhan, termasuk juga disini lingkungan prenatal, dan proses-proses biologi seperti reproduksi, pertumbuhan, dan sebagainya.
"Ini kenapa penting dalam menjaga kelestarian alam, seperti menjaga tumbuhan dan hewan-hewan langkah," jelasnya.
Selanjutnya kata dia, ada lingkungan sosial. Lingkungan sosial ini terbagi menjadi tiga bagian. "Lingkungan fisiososial, lingkungan biososal, dan lingkungan prikososial," kata Heru.
Lingkungan fisiososial yaitu meliputi kebudayaan materiil (alat), seperti peralatan senjata, mesin, gedung, dan lain-lain. Kemudian Lingkungan biososial yakni, manusia dan interaksinya terhadap sesamanya dan tumbuhan beserta hewan domestik dan semua bahan yang digunakan manusia yang berasal dari sumber organik,
Selanjutnya, Lingkungan psikososial adalah yang berhubungan dengan tabiat batin manusia seperti sikap, pandangan, keinginan, dan keyakinan. Hal ini terlihat melalui kebiasaan, agama, ideologi, bahasa, dan lain-lain.
Terakhir adalah Lingkungan komposit. Heru bilang, lingkungan komposit itu lingkungan yang diatur secara konstitusional. "Berupa lembaga-lembaga masyarakat, baik yang terdapat di daerah kota atau desa," imbuhnya.
Unsur-unsur Lingkungan Hidup
1. Unsur Lingkungan Hidup Biotik
Unsur lingkungan hidup Biotik adalah unsur atau komponen yang tersusun dari bermacam macam makhluk hidup yang ada pada lingkungan tertentu. Contoh dari lingkungan hidup biotik adalah contohnya manusia, hewan, tumbuhan dan mikroorganisme.
2. Unsur Lingkungan Hidup Abiotik
Sementara untuk lingkungan hidup abiotik adalah suatu kondisi atau tempat pada sebuah lingkungan yang menjadikannya penyusun bentuk untuk mendukung terjadinya sebuah yang dinamakan lingkungan. Contohnya seperti air, tanah, udara, bebatuan, dan benda mati lainnya.
3. Terakhir adalah unsur sosial budaya
Unsur ini adalah unsur yang terbentuk dari aktivitas sosial serta kebudayaan yang dilakukan oleh manusia dan tersusun membentuk sebuah sistem yang terdiri dari nilai, gagasan, serta keyakinan atas perilaku sebagai makhluk hidup yang sosial.
Perilaku, adat istiadat, serta bermacam hasil penemuan adalah termasuk unsur sosial budaya yang ditemukan manusia di dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikuasai, contohnya kebun binatang atau suaka marga satwa yang merupakan hasil pengembangan dari hutan buatan. (Ar/An)










.jpg)
