Tantangan Investasi di Kutai Timur: Tingginya Pengangguran dan Pemberdayaan Tenaga Lokal

By Redaksi 10 Jul 2024, 16:09:49 WIB DPRD Kutim
Tantangan Investasi di Kutai Timur: Tingginya Pengangguran dan Pemberdayaan Tenaga Lokal

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kutai Timur, Faizal Rachman.


ANALOGNEWS.id, KUTAI TIMUR – Meski investasi di Kutai Timur (Kutim) terus meningkat, tantangan menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan menurunkan angka pengangguran masih menjadi pekerjaan rumah. Peningkatan investasi diharapkan dapat menyelaraskan pendapatan daerah dengan peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan perekonomian masyarakat lokal.

Namun, anggota DPRD Kutim, Faizal Rachman, menilai bahwa investasi yang ada belum memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan pengangguran. Hingga kini, Kutim masih berada di peringkat kelima di Kalimantan Timur dalam hal pengangguran.

“Tapi berdasarkan data, angka pengangguran masih tinggi. Bahkan angka kemiskinan pun tinggi. Lalu di mana pengaruh investasinya? Padahal, 2023 lalu, menurut data pelayanan terpadu satu pintu (PTSP), investasi sangat tinggi,” jelas Faizal.

Baca Lainnya :

Sebagai politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Faizal menegaskan bahwa investasi yang tinggi seharusnya bisa membawa perubahan positif di berbagai sektor. Namun, kenyataannya, investasi belum memberikan dampak yang diharapkan, terutama dalam mengatasi masalah sosial.

“Berarti investasi yang masuk tidak mengakomodir tenaga lokal. Seharusnya investasi ini mampu mengurangi pengangguran dan kemiskinan. Inilah yang selalu diharapkan agar Kutim lebih baik,” ujarnya.

Faizal menekankan pentingnya memanfaatkan tenaga lokal dalam setiap investasi yang masuk. Menurutnya, pemberdayaan SDM lokal sangat penting untuk memastikan investasi memberikan manfaat langsung kepada masyarakat Kutim. “Percuma nilai investasinya besar, lalu yang diberdayakan pekerja dari luar daerah,” tambahnya.

Ia juga menyoroti Peraturan Daerah (Perda) tentang Ketenagakerjaan yang mengatur perekrutan tenaga kerja. Faizal mengingatkan pemerintah untuk memastikan penerapan Perda ini sesuai dengan porsi pemberdayaan tenaga kerja lokal, sehingga manfaat ekonomi bisa dirasakan langsung oleh masyarakat setempat. (Adv)



Views: 512




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....


Kanan - Iklan Sidebar

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.