- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Tak Sepadan Harga Material, Anggaran Bedah Rumah Dinilai Kecil

ANALOGNEWS.id, BONTANG - DPRD Bontang menyoroti program bedah rumah yang dilakukan pemerintah untuk membantu masyrakat kurang mampu di Kota Bontang.
Anggaran yang digunakan untuk melakukan bedah rumah dinilai kecil. Hal itu diungkapkan Anggota DPRD Kota Bontang, Faizal. Dia bilang, nilai bedah rumah tak sebanding dengan harga material di Kota Bontang.
Dirinya meminta adanya kenaikan anggaran untuk program bedah rumah, sebab harga material bangunan juga mengalami kenaikan.
Baca Lainnya :
- DPRD Soroti Peningkatan KAsus HIV/AIDS, Capaian Ratusan Kasus pada Agustus lalu0
- Raking Kecewa, Tak Setuju Kenaikan Biaya Haji0
- Erau Adat Pelas, Ketua DPRD Sebut Punya Potensi Menarik Wisatawan0
- Dewan Nilai Kenaikan UMK Bontang Kecil, Tak Sesuai Taraf Hidup0
- Percepat Pembentukan Perda, Fokus Susun Raperda Sesuai Prioritas0
Anggaran yang disiapkan pemerintah per satu rumah senilai Rp20 juta. Menurut Faisal, dana tersebut tidak cukup untuk pembangunan sebuah rumah yang layak.
"Harusnya saat penetapan anggaran tersebut, sebelumnya ditinjau dulu mengenai harga material yang terbaru, bukan menggunakan hargaharga lama," kata Faisal beberapa waktu lalu.
Dia menyebut dana anggaran tersebut tidak relevan dengan harga material bangunan saat ini. Karena, itu menjadi aspek utama untuk membuat suatu rumah, tidak boleh ada bahan yang dikurangi.
Politisi partai Nasdem itu menyampaiakn, seharusnya anggaran bedah rumah naik menjadi Rp 50 Juta atau Rp 55 juta per rumah. Nilai itu dia anggap baru sepadam untuk membedah satu rumah. Untuk itu, dia mendorong revisi perwali, sebab angka Rp20 juta disebutkan dalam perwali.
Angka tersebut dirasa cukup untuk mengcover harga keseluruhan mulai dari tukan hingga bahan-bahan bangunannya.
“Bahkan dana yang saya tawarkan ini bisa saja ditingkatkan ke nominal yang lebih besar, yang pasti saya ingin perwali mengenai anggaran bedah rumah tersebut diubah," kata Faisal. (*)










.jpg)
