Syarifatul Sya\'diah Dorong CSR Perusahaan di Kutai Timur Fokus Perkuat UMKM Pascatambang

By Redaksi 30 Jul 2025, 12:45:09 WIB DPRD Kaltim
Syarifatul Sya\

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kalimantan Timur, Syarifatul Sya'diah. (Foto: Ist)


ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Anggota DPRD Kalimantan Timur, Syarifatul Sya'diah, mengingatkan perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) untuk mengubah pola pikir jangka pendek yang hanya berorientasi pada ekstraksi sumber daya alam. Ia mendesak agar Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) benar-benar diarahkan untuk memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal sebagai fondasi ekonomi pascatambang.

Sya'diah menyoroti minimnya dukungan nyata yang diterima pelaku UMKM dari perusahaan di sekitar wilayah operasional mereka, padahal UMKM terbukti menjadi sektor yang tangguh menghadapi krisis, termasuk saat pandemi Covid-19.

"Sudah saatnya perusahaan mulai berpikir jangka panjang. Jangan hanya fokus mengambil sumber daya, tapi juga meninggalkan warisan ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat," tegas Syarifatul saat ditemui di DPRD Kaltim.

Baca Lainnya :

Politikus Partai Golkar dari Daerah Pemilihan Kutim ini menekankan, program CSR selama ini masih sering bersifat seremonial, tanpa dampak jangka panjang terhadap pemberdayaan ekonomi lokal. Menurutnya, CSR harus menyentuh persoalan mendasar pelaku UMKM, seperti pelatihan keterampilan, akses modal, hingga pendampingan pemasaran.

Sebagai contoh, ia menyebut potensi kuliner lokal seperti amplang batu bara yang menjadi ciri khas Kutai Timur. Produk ini memiliki potensi menembus pasar nasional bahkan ekspor, jika mendapatkan dukungan pengemasan, branding, dan distribusi.

"Produk lokal kita punya keunikan yang tidak dimiliki daerah lain. Tapi kalau dibiarkan bergerak sendiri tanpa dukungan, sulit untuk berkembang lebih jauh. Di sinilah peran CSR seharusnya hadir," paparnya.

Sya'diah juga menekankan pentingnya sinergi antara korporasi dan UMKM dalam menghadapi fase pascatambang. Ia meyakini kemitraan strategis ini menjadi kunci untuk memastikan masyarakat tetap memiliki sumber ekonomi setelah aktivitas pertambangan selesai.

"Kalau perusahaan hanya berpikir sampai masa tambangnya habis, lalu meninggalkan masyarakat tanpa bekal apa pun, kita akan menghadapi masalah besar. CSR harus menjadi instrumen untuk membangun kemandirian ekonomi jangka panjang," tandasnya.

Ia menutup pernyataannya dengan mendorong evaluasi ketat setiap program CSR di Kutim, berdasarkan indikator jelas dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

"CSR tidak boleh sekadar laporan di atas kertas. Harus terlihat manfaatnya, terukur hasilnya, dan dirasakan langsung oleh pelaku UMKM serta masyarakat sekitar," pungkas Syarifatul. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....


Kanan - Iklan Sidebar

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.