- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Sabaruddin Panrecalle Perjuangkan Jembatan Layang di Simpang Rapak Balikpapan

Keterangan Gambar : Ket. Foto : Anggota DPRD Kaltim, Sabaruddin Panrecalle. (Foto : Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Anggota DPRD Kaltim, Sabaruddin Panrecalle, menegaskan komitmennya untuk mendorong realisasi pembangunan jembatan layang di kawasan turunan Simpang Rapak, Balikpapan.
Infrastruktur ini, menurutnya, menjadi solusi krusial untuk mencegah terulangnya tragedi kecelakaan maut seperti yang terjadi awal tahun 2022.
“Turunan Rapak harus menjadi prioritas. Jalan layang adalah solusi yang kami perjuangkan agar insiden serupa tidak terulang,” ujar Sabaruddin.
Baca Lainnya :
- Mendorong Transformasi Kaltim dari Tambang ke Pertanian0
- Pesan Damai Fuad Fakhruddin, Wujudkan Pilkada Kaltim yang Aman dan Harmonis0
- Momentum Hari Guru Nasional, Ananda Emira Moies Dorong Kesejahteraan Guru di Kaltim0
- Pansus Kode Etik dan Tara Beracara DPRD Kaltim Susun Regulasi Demi Integritas Lembaga0
- Tantangan Sanitasi, Menyadarkan Masyarakat untuk Menjaga Kesehatan0
Simpang Rapak, yang juga dikenal sebagai “Simpang Maut,” telah menjadi titik rawan kecelakaan dengan sejarah kelam kecelakaan beruntun yang menelan korban jiwa. Kondisi jalan menurun tajam dengan pertemuan arus lalu lintas padat menjadikannya salah satu lokasi paling berbahaya di Balikpapan.
Meski Dinas Perhubungan Balikpapan telah berupaya mengurangi risiko melalui pelebaran jalan dan rekayasa lalu lintas, Sabaruddin menilai langkah ini belum cukup. Banyak pengendara, terutama truk besar, masih melanggar aturan jalur khusus sehingga potensi kecelakaan tetap tinggi.
Selain persoalan Simpang Rapak, Balikpapan menghadapi tantangan lainnya, termasuk distribusi air bersih yang belum merata, antrean panjang bahan bakar minyak (BBM), dan kemacetan akibat pembangunan infrastruktur terkait Ibu Kota Nusantara (IKN).
Sabaruddin menegaskan bahwa isu-isu ini juga akan dibawanya ke tingkat Pemerintah Provinsi Kaltim. Baginya, Balikpapan, sebagai kota penyangga utama IKN, harus mencerminkan wajah pertumbuhan yang aman, nyaman, dan berdaya saing tinggi.
“Kami akan memastikan agar pemerintah provinsi memahami urgensi kebutuhan Balikpapan. Mulai dari infrastruktur hingga layanan dasar, semuanya harus ditangani dengan serius. Ini bukan hanya soal proyek pembangunan, tapi menyangkut keselamatan dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Bagi Sabaruddin, pembangunan jembatan layang di Simpang Rapak adalah simbol penting dari keseriusan pemerintah dalam menjamin keselamatan pengguna jalan. Namun, ia juga mengingatkan bahwa pembangunan tidak boleh berhenti pada satu proyek saja.
“Balikpapan harus terus berkembang menjadi kota yang maju, dengan infrastruktur yang memadai dan layanan dasar yang merata. Kita semua harus berkolaborasi untuk mencapai tujuan ini,” pungkasnya.
Dengan dorongan dari wakil rakyat seperti Sabaruddin, masyarakat Balikpapan berharap Simpang Rapak tak lagi menjadi "simpang maut" dan tantangan lain yang dihadapi kota ini dapat segera teratasi. (Fai/Adv/DPRDKaltim)










.jpg)
