Mendorong Transformasi Kaltim dari Tambang ke Pertanian

By Redaksi 27 Nov 2024, 13:47:22 WIB DPRD Kaltim
Mendorong Transformasi Kaltim dari Tambang ke Pertanian

Keterangan Gambar : Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moies (Foto : Ist)


ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, menyerukan penguatan sektor pertanian sebagai langkah strategis menghadapi lonjakan kebutuhan pangan seiring hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) di wilayah Benua Etam.  

Ia membeberkan bahwa, sektor pertanian di Kaltim belum mendapatkan perhatian maksimal. Hingga kini, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kaltim masih didominasi oleh sektor tambang. 

Legislator Kaltim yang akrab disapa Nanda, menilai transformasi ekonomi dari tambang ke pertanian harus menjadi prioritas, terutama dengan besarnya tantangan ketahanan pangan yang menanti.  

Baca Lainnya :

“Kita harus serius mengembangkan sektor pertanian. Dengan hadirnya IKN, kebutuhan pangan akan meningkat tajam. Ini peluang besar sekaligus tantangan yang harus kita atasi bersama,” ujar Nanda.  

Ia mendukung program pengembangan food estate yang dicanangkan pemerintah pusat sebagai salah satu solusi ketahanan pangan. Namun, ia menekankan pentingnya memastikan bahwa program tersebut berpihak pada petani lokal dan tidak semata-mata mengedepankan skala industri.  

“Food estate tidak hanya harus memperkuat swasembada pangan, tapi juga meningkatkan kesejahteraan petani. Semua pihak harus bergandengan tangan untuk memastikan keberhasilan ini,” jelasnya.  

Menurut Nanda, Kaltim memiliki potensi besar untuk mencapai swasembada pangan, mengingat luasnya lahan yang tersedia. Namun, hingga kini, pengelolaan sektor pertanian belum optimal. Ia menyoroti absennya data yang komprehensif sebagai salah satu kendala utama.  

“Kita belum punya data konkret soal potensi pertanian di setiap kabupaten/kota. Berapa luas lahan yang tersedia? Bagaimana kualitas tanahnya? Cocok ditanami apa? Ini harus dipetakan terlebih dahulu,” katanya.  

Ia mengusulkan pemerintah menyusun database lengkap untuk membangun cetak biru ketahanan pangan Kaltim. Langkah ini dianggap penting mengingat Kaltim akan menjadi daerah penyangga utama kebutuhan pangan IKN.  

“Kalau kita punya database yang jelas, saya yakin Kaltim tidak perlu lagi bergantung pada pasokan dari luar. Kita bisa memenuhi kebutuhan pangan sendiri,” tambahnya.  

Selama ini, Kutai Kartanegara (Kukar), Paser, dan Penajam Paser Utara (PPU) dikenal sebagai lumbung pangan utama di Kaltim. Namun, Nanda meyakini wilayah lain juga memiliki potensi serupa jika dikelola dengan baik.  

Ia menekankan perlunya pendekatan menyeluruh dari hulu ke hilir, dimulai dari pemetaan hingga penetapan prioritas pembangunan pertanian di tingkat kabupaten/kota.  

“Yang paling penting adalah memulai dari database. Setelah itu, kita tetapkan prioritas pembangunan. Selain fokus pada sumber daya alam, ketahanan pangan harus menjadi agenda utama,” tutupnya.  

Dengan pendekatan yang tepat, Nanda optimistis transformasi Kaltim dari sektor tambang ke sektor pertanian dapat terwujud, menjadikan provinsi ini sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional. (Fai/Adv/DPRDKaltim)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....


Kanan - Iklan Sidebar

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.