- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
PT EUP Mangkir dari Undangan Rapat Komisi II DPRD Bontang

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kota Bontang Bahktiar Wakkanh
ANALOGNEWS.id, BONTANG - Produsen minyak goreng yang beroperasi di Kota Bontang abai dari undangan Komisi II DPRD Bontang.
Anggota DPRD Kota Bontang Bahktiar Wakkang geram pihak perusahaan tidak mengindahkan undangan Komisi II.
Diketahui, Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang menggundang PT Energi Unggul Persada (EUP) untuk melakukan rapat dengan pendapat (RDP) bersama distributor lokal.
Baca Lainnya :
- Awasi Distribusi Minyak Goreng, Dewan Panggil Produssn dan Distributor0
- DPRD Dukung Upaya Pemkot Bontang Atasi Banjir0
- Dewan Minta Drainase Sungai Gunung Elai Segera Diperbaiki0
- Ketua DPRD Serap Aspirasi Warga RT 18 Bontang Kuala0
- Speed Run on The Road 2023 Ketua DPRD Sukses Digelar0
Namun, pimpinan PT EUP mangkir dalam undangan tersebut. Padahal, menurut pria yang akrab disapa BW itu rapat ini penting.
Sebab, mengbahas mengenai distribusi minyak goreng masyarakat bersama PT EUP, CV Sekendis Jaya Mandiri, CV Fatih Asripratama, PT Setia Ciptaloka, dan Disperindagkop Kota Bontang.
Anggota Komisi II DPRD Kota Bontang, Bakhtiar Wakkang sangat menyayangkan atas ketidakhadiran pimpinan PT EUP langsung dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dilaksanakan pada Senin (22/5/2023) ini.
“Ini setiap diundang gak datang. Hanya perwakilan,” kata BW.
BW mengatakan, rapat itu penting sebab terkait dengan suplai minyak goreng ke masyarakat.
Dalam rapat itu, distributor lokal yang hadir juga menyampaikan keluhan mereka selama bermitra dengan EUP mendistribusikn minyak goreng.
Tapi, karena pimpinan perusahaan seperti general manager atau direktur yang mempunyai wewenang untuk menyampaikan kebijakan justru tidak hadir.
Sehingga pertemuan tersebut tidak menemui solusi. Terlebih RDP tersebut digelar untuk mencari solusi bagi distributor atau D1 yang telah bekerjasama dengan perusahaan.
Karena ketidakhadiran pimpinan EUP dalam rapat ini, BW pun mengusulkan agar dilakukan jemput bola dengan menyambangi manajemen PT EUP di Jakarta.
Mengingat persoalan yang terjadi perlu jalan keluar. “Jadi saya usul kita yang ke sana jemput bola ke manajemennya di Jakarta. Bagian ekonomi, Perindagkop, seluruh perusahaan yang bekerjasama kita datangi ke sana,” jelas BW. (Ar/An)










.jpg)
