- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Pemuda Didorong Terlibat dalam UMKM untuk Majukan Ekonomi Lokal di Era Digital

Keterangan Gambar : Zainal Arifin, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Penajam Paser Utara (PPU)
ANALOGNEWS.id, PENAJAM - Legislator Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menilai potensi besar pemuda dalam memajukan UMKM di Indonesia.
Menurut Zainal Arifin, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Penajam Paser Utara (PPU), kemampuan alami pemuda dalam mengadaptasi teknologi dan tren terkini menjadi aset berharga bagi perkembangan UMKM.
“Pemuda hari ini sangat fasih dengan teknologi, dan ini bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan UMKM agar lebih modern dan kompetitif,” ujarnya.
Baca Lainnya :
- Jhon Kenedy Minta Program Seragam Sekolah Gratis Harus Berlanjut0
- Sujiati, Anggota DPRD PPU, Dorong Peran Perempuan dalam Perekonomian0
- Pemerintah Daerah Diminta Gencarkan Pemahaman Demokrasi di PPU0
- Wakil Ketua DPRD PPU Tekankan Persiapan Matang Sambut Kehadiran Ibu Kota Nusantara0
- Budi Sarwoto Minta Pemkab PPU Berikan Perhatian Terhadap Dunia Olahraga0
Era digitalisasi tidak hanya membawa tantangan, tetapi juga peluang bagi pelaku UMKM. Dengan memanfaatkan internet dan teknologi digital, UMKM kini memiliki akses untuk menjangkau pasar yang lebih luas, melakukan inovasi produk dengan lebih cepat, serta meningkatkan efisiensi operasional.
“Digitalisasi membuka banyak pintu bagi UMKM untuk berkembang dan bersaing di pasar global,” tambahnya.
Zainal juga mengingatkan bahwa keterlibatan pemuda dalam UMKM akan memudahkan adopsi perubahan dan inovasi yang terjadi. Ia menyebutkan bahwa pemuda memiliki keberanian untuk bereksperimen dengan ide-ide baru, yang sangat penting untuk pertumbuhan UMKM.
“Ketika pemuda terlibat, mereka dapat memberikan perspektif baru yang segar dan meningkatkan daya saing produk lokal,” jelasnya.
Melihat potensi tersebut, Zainal mendorong pemerintah daerah untuk memberikan dukungan lebih kepada pemuda yang ingin terjun ke dunia UMKM. Ia berharap agar pemerintah bisa menyediakan pelatihan, akses modal, serta fasilitas yang memadai untuk mendorong pemuda berinovasi dalam bisnis.
“Kita perlu memfasilitasi mereka agar bisa berkontribusi secara maksimal dalam mengembangkan ekonomi lokal,” tegasnya.
Zainal juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sektor pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan UMKM.
“Semua pihak harus saling mendukung agar UMKM bisa berkembang, terutama dengan melibatkan pemuda yang memiliki kemampuan teknologi,” tuturnya.
Sebagai penutup, Zainal Arifin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memberdayakan pemuda dalam sektor UMKM.
“Dengan memaksimalkan potensi pemuda, kita bisa menghadapi tantangan era digital dan membawa perekonomian lokal PPU ke tingkat yang lebih tinggi,” pungkasnya. (Adv)










.jpg)
