- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Pelecehan oleh Tenaga Pengajar di Kutim: Mencoreng Dunia Pendidikan

Keterangan Gambar : Foto: Anggota DPRD Kutai Timur, Yan. (int)
ANALOGNEWS.id, KUTAI TIMUR – Insiden pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang tenaga pengajar terhadap muridnya telah mengguncang dan mencoreng nama baik dunia pendidikan di Kutai Timur (Kutim). Kasus ini menjadi sorotan tajam dari berbagai kalangan, termasuk legislatif.
Anggota DPRD Kutai Timur, Yan, mengungkapkan kekhawatirannya bahwa kasus ini dapat berdampak buruk pada lembaga pendidikan di daerah tersebut. "Semoga opini publik tidak liar dan memandang dunia pendidikan di Kutim buruk. Tapi ini sangat menjadi pembelajaran," ujar Yan kepada awak media.
Yan menegaskan bahwa para pelaku pelecehan harus menerima hukuman yang setimpal tanpa pandang bulu. “Tidak ada pilih kasih, seorang tenaga pengajar pun harus diberi tindakan yang adil. Sebab tindakan yang telah dilakukan telah mencoreng pendidikan bahkan merusak masa depan muridnya,” tegasnya.
Menurut Yan, kejadian ini benar-benar mencoreng nama baik pendidikan di Kutai Timur dan merusak mental anak-anak. "Kami sebagai anggota legislatif berharap agar tindakan kriminal seperti ini harus ditindak tegas," ujar politisi Partai Gerindra tersebut.
Yan juga menjelaskan bahwa insiden seperti ini bukan hanya terjadi di pondok pesantren tetapi juga di sekolah-sekolah formal lainnya. Namun, ia mengajak masyarakat agar tidak menghakimi seluruh institusi pendidikan atas tindakan beberapa oknum. “Karena tidak semua tenaga pengajar di pondok pesantren dan sekolah itu perilakunya buruk. Yang melakukan pelecehan seksual hanya oknum saja. Jadi jangan disamaratakan,” katanya.
Diharapkan, dengan adanya penegakan hukum yang tegas dan adil, serta edukasi yang masif kepada masyarakat, kasus serupa tidak akan terulang lagi di masa depan. (adv)

Baca Lainnya :
- Seruan Tegas Anggota DPRD Kutai Timur Yan untuk Hentikan Kekerasan Seksual Terhadap Anak0
- Kemacetan di SPBU Jalan Pendidikan Jadi Sorotan, Dewan Desak Penertiban Segera0
- Lembaga Sosial Bisa Ajukan Permohonan Surat Keterangan Terdaftar di Dinsos PM Bontang0
- Dinsos PM Bontang Buka Pelayanan Surat Izin Operasional0
- Berikut Syarat Pengajuan Santunan Kematian Dinsos PM Bontang0
Views: 649










.jpg)
