Meriahnya Pesta Laut Bontang Kuala: Tarian Jepen hingga Ritual Adat Bebalai Jadi Sorotan

By Redaksi 10 Des 2024, 10:24:08 WIB Daerah
Meriahnya Pesta Laut Bontang Kuala: Tarian Jepen hingga Ritual Adat Bebalai Jadi Sorotan

Keterangan Gambar : Meriahnya Pesta Laut Bontang Kuala: Tarian Jepen hingga Ritual Adat Bebalai Jadi Sorotan


ANALOGNEWS.id, BONTANG – Suasana semarak menyelimuti Bontang Kuala saat pembukaan Pesta Laut pada Senin (09/12/2024). Acara tahunan yang menjadi tradisi adat warga Bontang Kuala ini diawali dengan pertunjukan memukau dari 50 penari jepen, sebuah tarian khas daerah yang menggetarkan panggung utama.

Pesta Laut digelar sebagai ungkapan syukur masyarakat atas hasil laut yang melimpah di perairan Bontang Kuala. Selain tarian jepen, ritual adat bebalai menjadi salah satu momen sakral yang menarik perhatian. 

Dalam ritual ini, para penari mengelilingi singgasana rotan berhias janur kuning, diiringi tabuhan gendang dan alunan gamelan. Bebalai, yang dalam adat lokal bermakna sebagai tempat duduk atau tidur bagi dukun untuk pengobatan, menjadi simbol penghormatan terhadap tradisi leluhur.

Baca Lainnya :

Acara ini juga diramaikan dengan berbagai perlombaan unik, seperti lomba race ketinting, lomba dayung, dan tarik tambang di atas laut, yang akan dimulai Selasa (10/12/2024). Namun, demi keselamatan, panitia berhati-hati mengingat perairan Bontang Kuala kerap menjadi habitat buaya.

“Kami sangat memperhatikan aspek keamanan, terutama terkait kondisi laut. Hari ini fokus pada pembukaan, lomba-lomba dimulai besok,” kata Lurah Bontang Kuala, Sanusi.

Tidak hanya itu, sekitar 100 UMKM turut memeriahkan pesta, menawarkan berbagai produk lokal mulai dari makanan khas hingga kerajinan. 

Bahkan, beberapa UMKM dari Samarinda ikut ambil bagian. Menariknya, panitia memberikan fasilitas gratis kepada seluruh UMKM yang berpartisipasi, membuat antusiasme peserta meluap.

“Banyaknya peserta membuat panitia sempat kewalahan. Namun, ini menunjukkan betapa besarnya minat masyarakat terhadap pesta ini,” tambah Sanusi.

Sanusi berharap, tahun depan acara adat seperti bebalai dapat dipindahkan ke panggung yang lebih representatif, sehingga tidak perlu lagi dilakukan di dalam rumah warga.

Digelar hingga 13 Desember 2024, Pesta Laut Bontang Kuala bukan sekadar acara adat, melainkan simbol persatuan dan warisan budaya yang terus hidup di tengah masyarakat. Jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati tradisi dan kemeriahan yang hanya ada setahun sekali ini!




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....


Kanan - Iklan Sidebar

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.