- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
Menjamu Karang, Cara Masyarakat Bontang Kuala Menjaga Kampung
Salah satu pilihan tempat wisata di Kalimantan Timur

Keterangan Gambar : Masyarakat Bontang Kuala saat Menjamu Karang (foto/Agung)
ANALOGNEWS.id - Selain dikenal sebagai daerah yang memiliki potensi kekayaan industri migas dan kondensatnya, Kota Bontang yang terletak di Provinsi Kalimantan Timur ini juga memiliki potensi wisata. Salah satunya Kampung Laut Bontang Kuala.
Kampung Laut Bontang Kuala sendiri telah ditetapkan sebagai pelopor desa wisata. Predikat itu ditetapkan berkat aktivitasnya warganya yang menjaga keberlangsungan adat dan kegiatan budaya.
Seperti kegiatan yang digelar Rabu (1/12/2021), masyarakat Bontang Kuala melaksanakan Menjamu Karang, tradisi ini diyakini sebagai penjaga kampung agar terhindar dari gangguan penyakit dan mahkluk yang tak kasat mata yang dapat menganggu masyarakat. 
Baca Lainnya :
- Jaguar Land Rover Indonesia Resmi Buka Dealer di Jakarta Selata0
- IDI Ragu Kemampuan Vaksin dalam Menangkal Varian Omicron0
- PNS Diganti Robot, Irit Anggaran dan Kurangi Pungutan Liar0
- Indonesia Akan Jadi Basis Produksi Mobil Listrik Marcedes-Benz 0
- Bidden Siap Pimpin AS Kembali0
Salah satu pemangku adat Bontang Kuala, Haji Ramli mengatakan, kegiatan itu merupakan tradisi yang telah dilaksanakan turun temurun dan digelar setiap tahunnya. Tujuannya untuk membersihkan kampung dari segala penyakit.
"Menjamu Karang ini sebagai penjaga kampung, menjauhkan kampung dari penyakit-penyakit di luar medis," jelasnya kepada Analognews saat ditemui usai memimpin pelaksanaan kegiatan tersebut, di Bontang Kuala, Rabu (1/12/2021) sore.
Sekedar Informasi, daerah yang terletak di wilayah timur Kota Bontang atau berada di daerah pesisir barat Selat Makasar ini telah ditetapkan sebagai pelopor desa wisata di Kalimantan Timur oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kamenparegkraf) Republik Indonesia.
Karena, selain kelestarian adat, daya tarik Kampung Laut Bontang Kuala adalah letaknya yang berada pada transisi darat ke laut dengan struktur hunian panggung serta struktur jalan dek kayu, juga menjadi ketertarikan tersendiri wisatawan untuk datang ke sini. Selain itu, juga terdapat dua kegiatan penting, yaitu aktivitas manusia yang berada di atas perkampungan laut, serta terdapat kawasan konservasi mangrove yang berwawasan lingkungan.
Sebagai akses aktivitas manusia, jalan di sepanjang permukiman warga dibuat jembatan kayu terpanjang. Semua tiang hingga papan jembatan dibuat seluruhnya dari kayu ulin, satu jenis pohon kayu khas Kalimantan.
Pelopor desa wisata di Kalimantan Timur juga berpotensi menjadi kawasan ekowisata yang mendukung pelestarian lingkungan. Konservasi alam berupa hutan mangrove yang ada di kawasan Kampung Laut Bontang Kuala sesuai dengan potensi dan daya dukung wilayah.
Konservasi mangrove-nya merupakan bagian dari Taman Nasional Kutai yang didiami beragam satwa, seperti elang bondol, kuntul perak, raja udang, bekantan, kera ekor panjang, dan sebagainya.
Hutan bakau ini menyediakan jalan setapak sepanjang 3 kilometer, termasuk membangun menara pandang setinggi 20 meter. Dari menara ini wisatawan dapat melihat Selat Makassar secara langsung.
Spot ini juga menarik saat menjelang matahari terbenam. Senja yang muncul di antara pepohonan bakau, ditambah burung-burung endemik yang pulang ke sarang akan menjadi pemandangan yang menakjubkan.
Sebagai desa wisata, kawasan Kampung Laut Bontang Kuala memiliki pemenuhan infrastruktur yang dinilai cukup memadai dan tertata. Harapannya destinasi wisata ini dapat lebih dikenal dan melengkapi khazanah wisata tanah air, khususnya di Pulau Kalimantan.
Dengan aktivitas manusia dan konservasi yang luar biasa, semoga Kampung Laut Bontang Kuala dapat mengikuti jejak Desa Penglipuran di Bali atau Desa Pentingsari, Yogyakarta, sebagai desa wisata yang diakui dunia. (AG/AL)










.jpg)
