- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
IDI Ragu Kemampuan Vaksin dalam Menangkal Varian Omicron

Keterangan Gambar : (CNN Indonesia/Andry Novelino)
ANALOGNEWS.id - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meragukan kemampuan vaksin dalam menangkal virus Corona varian B.1.1.529 atau Omicron.
Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban menagatakan, untuk membuktikan vaksin mampu menangkal penularan dan gejala dari varian Omicro diperlukan 0enelitian lebih lanjut.
"Belum cukup bukti ya (efektivitas) vaksin Covid-19 terhadap varian Omicron ini," kata Zubairi dikutip dari siaran CNNIndonesia TV, Selasa (30/11).
Baca Lainnya :
- PNS Diganti Robot, Irit Anggaran dan Kurangi Pungutan Liar0
- Indonesia Akan Jadi Basis Produksi Mobil Listrik Marcedes-Benz 0
- Bidden Siap Pimpin AS Kembali0
- Kamala Haris Wanita Pertama yang Pegang Kekuasaan AS, Sejarah 0
- Joe Bidden Alihkan Kekuasaannya,Kamala Haris Jadi Presiden AS0
Zubairi menilai protokol kesehatan tetap perlu dipatuhi guna mencegah penularan varian omicron. Terlebih, efektivitas vaksin terhadap varian tersebut masih belum teruji.
"Belajar pengalaman lalu, melihat data kasus Covid-19 yang meninggal, kosongnya rumah sakit. Saya optimis bahwa kita bisa menangkal varian ini selama kita patuh pada prokes," kata Zubairi.
Zubairi menjelaskan bahwa varian Omicron terbukti memiliki kecepatan penularan yang tinggi. Sudah terjadi di banyak negara, mulai dari Eropa hingga Asia.
"Virus ini lebih cepat menular, 5 kali lebih mampu kecepatan penularannya. Terbukti dari kenaikan jumlah kasus di Afrika Selatan yang tanggal 23 November belum ada 1.000 kasus, terus naik jadi 2.000. ribu lebih dan hari ini 3.200-an," kata dia.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan sejauh ini telah ada 128 kasus corona varian Omicron di sembilan negara kecuali Indonesia.
Ada 4 negara lain yang kemungkinan sudah menjadi tempat penularan varian omicron.
Budi mengklaim sejauh ini varian tersebut belum terdeteksi di Indonesia. Pemerintah lalu memperketat pengawasan seluruh pintu masuk Indonesia untuk mencegah penyebaran varian ini.










.jpg)
