Mencegah Stunting, Andi Satya Ajak Pemerintah Fokus pada Gizi Ibu Hamil di Kaltim

By Redaksi 19 Nov 2024, 23:03:55 WIB DPRD Kaltim
Mencegah Stunting, Andi Satya Ajak Pemerintah Fokus pada Gizi Ibu Hamil di Kaltim

Keterangan Gambar : Ilustrasi stunting. (Foto: Ist)


ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Stunting, masalah gizi kronis yang menghambat pertumbuhan anak, terus menjadi salah satu tantangan terbesar dalam dunia kesehatan di Indonesia. Begitu pula di Kalimantan Timur, angka stunting yang masih tinggi memunculkan kekhawatiran mengenai masa depan generasi penerus daerah ini. 

Meskipun sudah banyak pembicaraan mengenai isu ini, langkah konkret untuk menanggulanginya masih memerlukan perhatian yang lebih mendalam, terutama pada tahap awal kehidupan anak.

Andi Satya Adi Saputra, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), menegaskan bahwa pencegahan stunting seharusnya dimulai jauh sebelum seorang anak dilahirkan. Menurutnya, perhatian utama harus diberikan pada gizi ibu hamil, yang menjadi fondasi penting dalam mencegah dampak buruk stunting bagi anak. 

Baca Lainnya :

"Pencegahan stunting bukan hanya penting selama masa kehamilan, tetapi juga sebelum dan sepanjang 1.000 hari pertama kehidupan anak. Nutrisi yang baik untuk ibu hamil adalah kunci utama dalam memastikan perkembangan yang sehat bagi anak," ujar Andi Satya.

Kekurangan gizi pada ibu hamil, kata Andi Satya, memiliki dampak yang sangat serius bagi perkembangan anak. Tidak hanya berpengaruh pada kesehatan fisik anak saat lahir, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas hidup mereka sepanjang usia. 

"Jika ibu kekurangan gizi, itu bisa berdampak pada berat badan lahir yang rendah, perkembangan otak yang terhambat, bahkan tumbuh kembang tubuh anak hingga mereka dewasa. Dampak jangka panjang ini tentu membutuhkan perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat," jelasnya.

Namun, menurut Andi Satya, pencegahan stunting tidak hanya soal pemberian gizi yang cukup. Ia juga menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan yang sehat bagi ibu hamil. Polusi udara dan faktor lingkungan lainnya dapat memperburuk kondisi kesehatan ibu dan janin, yang pada akhirnya meningkatkan risiko stunting.

“Lingkungan yang bersih sangat penting untuk mendukung kesehatan ibu hamil. Polusi udara, pencemaran, dan kondisi lingkungan yang buruk bisa berdampak buruk bagi kesehatan ibu dan janin yang dikandungnya,” imbuhnya.

Di Kalimantan Timur, meski berbagai program telah diluncurkan untuk menanggulangi stunting, Andi Satya berharap pemerintah daerah dapat lebih proaktif dalam memberikan dukungan konkret kepada ibu hamil. Salah satu langkah penting adalah memastikan ketersediaan gizi yang cukup serta lingkungan yang sehat bagi mereka.

"Pemerintah harus memastikan ibu hamil di Kaltim mendapatkan dukungan yang tepat, baik dalam hal asupan gizi maupun lingkungan yang bersih. Hanya dengan cara ini, kita dapat mencegah stunting secara efektif dan menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan," tegasnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait, Andi Satya optimis bahwa Kalimantan Timur bisa menciptakan generasi penerus yang tumbuh sehat, bebas dari stunting, dan siap untuk memberikan kontribusi positif bagi daerah dan bangsa. Dengan langkah-langkah nyata, masalah stunting yang mengkhawatirkan ini bisa ditanggulangi demi masa depan yang lebih baik. (Fai/Adv/DPRDKaltim)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....


Kanan - Iklan Sidebar

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.