- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Kebakaran di Gang Musolla, Dewan Soroti Akses Jalan Sempit dan Instalasi Listrik yang Tidak Standar

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kutai Timur, Sobirin Bagus
ANALOGNEWS.id, KUTAI TIMUR – Musibah kebakaran yang melanda Gang Musolla di Sangatta Utara baru-baru ini kembali menyoroti sejumlah masalah krusial di wilayah tersebut. Anggota DPRD Kutai Timur, Sobirin Bagus, mengkritik keras kondisi akses jalan yang sempit, yang menyebabkan keterlambatan petugas pemadam kebakaran dalam menjangkau lokasi kejadian.
Sobirin, yang juga menjadi salah satu korban dalam peristiwa tersebut, menekankan bahwa akses jalan yang tidak memadai di daerah padat penduduk seperti Gang Musolla sangat menghambat upaya penanganan kebakaran. “Armada pemadam kebakaran terlambat tiba di lokasi karena jalan yang sempit. Dinas terkait seharusnya mencari solusi untuk wilayah-wilayah dengan kondisi jalan seperti ini,” ujar Sobirin kepada media.
Ia mengingatkan bahwa daerah padat penduduk rentan terhadap kebakaran, dan jika akses jalan tidak memadai, api bisa dengan cepat meluas akibat lambannya respons dari petugas. Sobirin mencatat bahwa kasus serupa telah sering terjadi di Kutai Timur, namun kendala yang dihadapi masih sama, terutama terkait dengan sulitnya akses jalan bagi armada pemadam kebakaran.
Baca Lainnya :
- Dewan Dukung Rencana Pembangunan SMA Baru di Kutai Timur, Meski Terkendala Kebijakan Provinsi0
- Pemerintah Kutai Timur Rencanakan Penarikan Pajak 10 Persen untuk Usaha Cafe, Dewan Minta Sosialisas0
- Dari Kukar Bebaya, Rp50 Juta per RT Hasilkan Perubahan Nyata di Desa-desa Kukar0
- Fun Fishing Bontang Kuala: Ajang Silaturahmi dan Hiburan Menarik Masyarakat0
- Yosep Udau Dorong Pembelian Kabel Standar untuk Antisipasi Kebakaran0
Selain itu, Sobirin juga mengkritik instalasi kabel listrik di wilayah tersebut yang dinilai tidak memenuhi standar keamanan. Ia menyoroti peran PLN dalam memastikan instalasi listrik di rumah-rumah warga sesuai dengan standar yang berlaku. Menurutnya, pemasangan kabel yang asal-asalan tanpa memperhatikan standar keamanan dapat menjadi pemicu kebakaran dan menimbulkan bahaya bagi masyarakat.
“PLN seharusnya tidak hanya menyambungkan kabel, tetapi juga memastikan bahwa kabel yang digunakan oleh warga sudah memenuhi standar keamanan. Ini penting untuk mencegah kebakaran yang diakibatkan oleh instalasi listrik yang tidak aman,” tegas Sobirin.
Masalah terkait standar kabel listrik ini sebelumnya juga menjadi perhatian anggota DPRD Kutai Timur lainnya, Yosep Udau. Ia mengungkapkan bahwa masyarakat sering kali tidak memahami pentingnya menggunakan material berkualitas tinggi untuk instalasi listrik, yang sebenarnya dapat mengurangi risiko kebakaran. Yosep mendorong agar PLN memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya memilih kabel yang sesuai dengan standar keamanan.
“Banyak masyarakat yang membeli kabel tanpa mengetahui apakah kabel tersebut sudah sesuai dengan standar keamanan atau belum. Inilah sebabnya, PLN perlu aktif memberikan sosialisasi agar masyarakat lebih paham dan tidak sembarangan dalam membeli kabel untuk instalasi listrik di rumah mereka,” jelas Yosep.
Kedua anggota dewan ini sepakat bahwa sosialisasi mengenai standar instalasi listrik dan penataan akses jalan di wilayah padat penduduk sangat penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan. Mereka mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera mengambil langkah-langkah preventif demi keselamatan dan keamanan masyarakat Kutai Timur. (Adv)

Views: 521










.jpg)
