- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Hindari Investasi Bodong, Ketua DPRD Bontang Minta Warga Tak Gampang Tergiur Untung Besar
.jpg)
Keterangan Gambar : Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam
ANALOGNEWS.id, BONTANG - Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam angkat bicara terkait investasi bodong yang belakangan ini trending di Kota Taman.
Seorang pria ditangkap Polres Bontang terkait kasus investasi kandang ayam bodong. Banyak warga yang tertipu dan jumlah kerugian mencapai milyaran rupiah.
Ketua DPRD Andi Faizal mengingatkan masyarakat untuk tidak gampang terbujuk atau terpengaruh tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan berlipat.
Baca Lainnya :
- Klinik Satelit 3 RS PKT Tak Layani Pasien BPJS, Dewan Panggil Semua Pihak0
- Anggaran Bedah Rumah Kecil, FBR Minta Revisi Perwali 0
- Dewan Usulkan Bantuan Motor untuk Pengawas Sekolah0
- Gaji Tak Dibayarkan, CS Pemkot Mengadu ke DPRD0
- Berkunjung ke Sulbar Presiden PKS Ahmad Syaikhu Bicara Soal Pemenangan Anies dan Sorot IKN0
Diapun menyarankan agar masyarakat berhati-hati dalam berinvestasi. Dia menyarankan kepada masyarakat agar merujuk pada lembaga pemerintah seperti OJK alias Otoritas Jasa Keuangan sebelum melakukan investasi.
"Cara paling mudah mengenali investasi ilegal ialah dengan merujuk daftar OJK," jelas Andi Faiz sapaan akrabnya saat dihubungi beberapa waktu lalu.
Dia bilang, investasi tanpa pengawasan OJK berpotensi merugikan. Pinjol ilegal, salah satunya yang sering kali tidak memiliki izin resmi memberikan pinjaman dengan proses mudah dan bunga yang tidak terbatas.
Apalagi kata dia, ketidakpahaman masyarakat terhadap produk jasa keuangan serta minimnya sosialisasi tentang perlindungan konsumen menjadi penyebab banyaknya korban.
Mengantisipasi iming-iming untuk besar salah satu cara menggait investor, tapi ujungnya buntung. "Terutama jika lembaganya tidak diawasi OJK," politisi Golkar itu.
Mencegah terjadinya hal serupa, Andi Faiz mendorong perlunya sosialisasi keuangan untuk memberikan perlindungan kepada konsumen. Supaya masyarakat bisa lebih teliti dalam memilih lembaga kuangan yang legal dan terpercaya.
Dia juga meminta masyarakat untuk lebih teliti dalam melakukan invetasi. Termasuk mengedapankan kroscek legalitas dan menilai tawaran, masuk akal atau tidak. Peningkatan kesadaran masyarakat soal keamanan finansial juga penting untuk mengurangi resiko rugi yang lebih besar.
"Kedepankan lembaga yang legal dan logis. Masyarakat nuga harus sadar akan keamanan finansial untuk melindungi diri dari risiko investasi yang merugikan," kata Andi Faiz. (*)










.jpg)
