- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Gaji Tak Dibayarkan, CS Pemkot Mengadu ke DPRD

Keterangan Gambar : Ketua Komisi I DPRD Bontang, Muslimin memimpin RDP terkait keterlambatan gaji CS
ANALOGNEWS.id, BONTANG – DPRD Kota Bontang kembali menerima aduan pekerja Cleaning Service (CS) dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi I DPRD Bontang, Selasa (28/11/2023).
Puluhan Cleaning Service (CS) Pemkot Bontang mengadukan pembayaran sisa gaji yang tak kunjung dibayar oleh PT Timorano Putra Mandiri.
PT Timorano Putra Mandiri merupakan perusahaan yang ditunjuk oleh Pemkot Bontang untuk mengelola tenaga kerja CS.
Baca Lainnya :
- Berkunjung ke Sulbar Presiden PKS Ahmad Syaikhu Bicara Soal Pemenangan Anies dan Sorot IKN0
- DPRD Bontang Sahkan 13 Peraturan Daerah Sepanjang 20230
- DPRD dan Pemkot Bontang Usulkan 14 Raperda Dibahas Tahun 20240
- Rekrut TKD Tidak Dibuka Umum, DPRD Sebut Disdamkartan Langgar Aturan0
- Rute Kapal Bontang-Mamuju Kembali Disuarakan Amir Tosina0
CS dan perwakilan PT Timorano hadir dalam rapat tersebut.
Ketua Komisi I DPRD Bontang, Muslimin, mengatakan rapat ini untuk mencari apa kendala sehingga PT. Timorano belum membayarkan sisa gaji para CS.
Dia bilang, jika kedua belah pihak dipertemukan untuk mencari solusi terbaik. “Disini saya ingin tahu kejelasannya dari permasalahan ini seperti apa makanya kita gelar RDP agar masalah yang ada bisa segera diluruskan,” kata Muslimin saat memimpin rapat.
Telah setahun, PT Timorano terlambat membayar gaji CS. Muslimin mengatakan keterlambatan ini seharusnya tak terjadi. “Ini semua hak mereka, dimana mereka semua memiliki kebutuhan masing-masing, yang dimana kemungkinan ada kebutuhan yang sangat mendesak untuk saat ini,” ujarnya.
Sebanyak 86 CS yang bekum dibayarkan gajinya hingga saat ini. “Kita dibayarkan pada awalnya sekitar 23 orang, sekitar Rp. 3,3 juta,” kata aalah satu perwakilan CS PT Timorano Mitra Mandiri, Jumiati Nurdin saat RDP, Selasa (28/11/2023).
Artinya masih tersisa sebanyak 63 orang yang masih belum mendapatkan gaji sepenuhnya. Jumiati menyebut, sebagian CS juga telah meminta secara pribadi kangsung ke pimpinan PT. Timorano Mitra Mandiri.
“Masih ada sekira Rp 23 juta untuk 56 karyawan dan di Februari 2023 lalu kembali dibayarkan sekitar Rp 17 juta, dibagi dengan 55 orang,” jelasnya.
Sementara, Direktur PT. Timorano Mitra Mandiri, Febri Patompo mengatakan penyebab keterlambatan pembayaran gaji karena masalah internal. Dia pun mengaku akan segera membayar sisa gaji para CS yang belum terbayar. “makanya tertunda, saya akan membayarkan gaji yang belum terbayarkan bagi para CS tersebut,” akunya. (*)










.jpg)
