- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
DPRD Soroti Peran Inspektorat Kutim Usai Temuan BPK

ANALOGNEWS.id, KUTAI TIMUR - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur kini menyoroti peran Inspektorat Wilayah setelah terungkapnya dugaan penyimpangan anggaran di sebuah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Abdi Firdaus, anggota DPRD, mengkritik Inspektorat Wilayah yang dinilai kurang efektif dalam mendeteksi penyimpangan sejak dini. Dia menekankan pentingnya pengawasan internal yang lebih proaktif untuk mencegah masalah sebelum terungkap dalam laporan BPK.
"Temuan BPK menunjukkan bahwa sistem pengawasan internal masih lemah. Seharusnya Inspektorat Wilayah bisa mencegah masalah ini lebih awal," ujar Abdi.
Baca Lainnya :
- Temuan BPK di Kutim, Dewan Minta Tindak Lanjut Pemerintah0
- Dewan Usulkan Kenaikan Gaji Petugas Pemadam Kebakaran Kutim0
- DPRD Kutim Setujui Pertanggungjawaban APBD 2023 dalam Rapat Paripurna0
- DPRD Kutim Gelar Paripurna Bahas Rancangan KUA dan PPAS 20250
- DPRD Kutim Gelar Rapat Bahas Beasiswa dan Asrama Mahasiswa0
Dia juga menekankan perlunya koordinasi yang lebih baik antara Inspektorat Wilayah, DPRD, dan BPK untuk meningkatkan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah. Meski tidak ingin bersikap negatif, Abdi berharap Inspektorat Wilayah dapat meningkatkan pengawasan internalnya ke depan.
Sementara itu, Plt Kepala Inspektorat Wilayah Kutai Timur, Faukur Rozak, menyatakan bahwa meskipun pihaknya sudah menjalankan prosedur pengawasan standar, keterbatasan personel menjadi kendala. "Kami berusaha maksimal dengan sumber daya yang ada. Semua masih berproses," jelasnya. (Adv)

Views: 415










.jpg)
