- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
DPRD PPU Minta Penyelenggara Pilkada Tegas dalam Menjaga Netralitas dan Keamanan

Keterangan Gambar : anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Wahid. (*)
ANALOGNEWS.id, PENAJAM - Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Wahid, menekankan pentingnya netralitas dari para penyelenggara pemilu di semua tingkat.
Ia menyoroti Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Petugas Pemilihan Kecamatan (PPK) agar tetap menjaga profesionalitas demi terciptanya pilkada yang bersih dan adil.
"Sebagai perwakilan masyarakat, kami mengimbau kepada PPS dan PPK untuk menyelenggarakan seluruh tahapan pilkada dengan baik dan belajar dari pengalaman sebelumnya," ujar Wahid.
Baca Lainnya :
- DPRD PPU Tekankan Pentingnya Pengelolaan Sampah yang Komprehensif dan Edukasi Lingkungan0
- Syahrudin M Noor Desak Penegakan Hukum Tegas Terhadap Pegawai Terindikasi Narkoba0
- DPRD PPU Soroti Pentingnya Dukungan Modal untuk Petani Tambak di Kecamatan Babulu0
- Wahid Minta Fasilitas PJU di Sepanjang Jalan Menuju IKN Nusantara0
- Ketua DPRD PPU Raup Muin Minta Program Penanganan Stunting Diperhatikan0
Tak hanya itu, Wahid meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) PPU untuk memperkuat pengawasan di lapangan selama proses pilkada. Ia menekankan agar Bawaslu aktif dalam memantau kinerja penyelenggara pemilu serta memastikan tidak ada penyimpangan dalam setiap tahapan.
“Penting bagi Bawaslu untuk mengawasi dengan ketat jalannya pilkada, baik terhadap PPS, PPK, maupun aparat wilayah yang terlibat dalam pengamanan,” jelasnya.
Ia berharap agar koordinasi dengan aparat hukum dapat memperkuat upaya menjaga keamanan sehingga pilkada berjalan tertib, tanpa gangguan yang bisa merugikan masyarakat.
“Kami berkolaborasi dengan semua pihak agar pilkada berjalan aman, adil, dan jujur,” tambahnya.
Menurut Wahid, kerja sama dengan Bawaslu adalah langkah penting untuk memastikan kualitas demokrasi dan mencegah pelanggaran dalam proses pemilihan. Ia menyampaikan apresiasi atas kinerja Bawaslu yang telah melakukan pengawasan secara bertahap menjelang pemilihan bupati.
Menurut Wahid, kolaborasi antara DPRD, Bawaslu, dan aparat hukum akan menciptakan kondisi ideal untuk terselenggaranya pilkada yang adil dan lancar. Semua pihak diharapkan untuk menjaga transparansi dan menghindari segala bentuk penyimpangan yang dapat merusak integritas pilkada.
“Kami berupaya menghadirkan pesta demokrasi yang berjalan adil, jujur, dan lancar melalui kerja sama yang solid,” tuturnya.
Wahid berharap bahwa dengan partisipasi aktif masyarakat dan pengawasan yang ketat, pilkada di Kabupaten Penajam Paser Utara akan menjadi contoh pemilihan yang damai dan tertib.
“Kami ingin masyarakat merasa bahwa suara mereka dihargai dan dilindungi dalam setiap proses demokrasi ini,” katanya. (Adv)










.jpg)
