- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
DPRD Nilai Pencegahan Stunting Menentukan Kualitas SDM Samarinda ke Depan

Keterangan Gambar : Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti. (rk)
SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda menilai upaya pencegahan stunting memiliki peran strategis dalam menentukan kualitas sumber daya manusia (SDM) daerah di masa mendatang. Stunting tidak hanya dipandang sebagai persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut daya saing generasi muda Samarinda.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, menyampaikan bahwa anak yang mengalami stunting berisiko menghadapi hambatan tumbuh kembang, baik secara fisik maupun kognitif. Dampak tersebut, menurutnya, dapat berlanjut hingga usia produktif dan memengaruhi kualitas SDM secara keseluruhan.
“Ini bukan hanya soal berat badan atau tinggi anak, tapi tentang kualitas generasi Samarinda di masa depan,” ujarnya, Senin (15/12/2025).
Baca Lainnya :
- DPRD Soroti Kekacauan Data Pertanahan, Warga Terjebak Proses PTSL Tanpa Kepastian0
- DPRD Ingatkan Keterbatasan Anggaran, Aspirasi Warga Tetap Dikawal hingga Tahap Perencanaan0
- Warga Dorong Percepatan Layanan Dasar, DPRD Nilai Pembangunan Lingkungan Masih Tertinggal0
- DPRD Dorong Penataan Ulang Fungsi Citra Niaga sebagai Ruang Publik Kota0
- DPRD Dorong Optimalisasi Citra Niaga sebagai Ruang Publik dan Penggerak Ekonomi Kreatif0
Sri Puji menilai Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) menjadi salah satu instrumen penting dalam upaya pencegahan. Fokus program pada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia di bawah dua tahun dinilai tepat karena fase tersebut merupakan periode krusial dalam pembentukan kualitas manusia.
Menurutnya, pencegahan stunting tidak cukup dilakukan melalui bantuan jangka pendek. Edukasi kepada keluarga terkait gizi, sanitasi, dan pola asuh dinilai menjadi fondasi utama agar upaya pencegahan berjalan berkelanjutan.
“Kalau orang tua paham sejak awal, dampaknya jauh lebih besar dibandingkan hanya memberi bantuan makanan,” jelasnya.
DPRD juga mendorong agar program penanganan stunting terintegrasi dengan sektor pendidikan, lingkungan, dan pelayanan dasar lainnya. Pendekatan lintas sektor dinilai penting agar kebijakan pencegahan stunting berjalan secara menyeluruh.
Sri Puji menegaskan DPRD akan terus mengawal kebijakan yang berkaitan dengan peningkatan kesehatan ibu dan anak sebagai bagian dari pembangunan manusia di Samarinda.
“Kalau kita ingin Samarinda punya SDM unggul, pencegahan stunting harus jadi prioritas bersama,” pungkasnya.










.jpg)
