- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
DPRD Kutai Timur Dorong Pelatihan Tenaga Kerja di Daerah

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kutai Timur, Fitriani
ANALOGNEWS.id, KUTAI TIMUR - Anggota DPRD Kutai Timur, Fitriani, mengungkapkan kekhawatirannya terkait pelatihan calon pekerja yang sering dilakukan di luar daerah seperti Kalimantan Selatan, Jakarta, atau Banjarmasin.
Ia menilai pelatihan di luar daerah seringkali tidak relevan dengan kebutuhan lokal dan lebih baik dilakukan di Kutai Timur untuk mendukung perkembangan ekonomi lokal.
“Pelatihan di luar daerah memang memberikan wawasan yang luas, tetapi ada beberapa aspek teknis dan lingkungan kerja di Kutim yang berbeda dan membutuhkan pendekatan khusus,” katanya.
Baca Lainnya :
- Kukar Fokus pada Pemutakhiran IDM untuk Pembangunan Desa Berkelanjutan0
- Perda Ketertiban Umum Belum Disahkan, Yan Ipui: Harus Dibahas Mendalam0
- Novel Tyty Ajak Dinas dan Sekolah Lakukan Tes Berkala untuk Atasi HIV/AIDS0
- Novel Tyty Dorong Pemkab Segera Sahkan Perda untuk Tangani Penyebaran HIV/AIDS0
- Penyebaran HIV/AIDS: Novel Tyty Serukan Penanganan dan Pemeriksaan Menyeluruh0
Fitriani juga menggarisbawahi bahwa pelatihan di daerah sendiri dapat menghemat biaya serta meningkatkan keterampilan pekerja yang sesuai dengan kondisi setempat.
“Jika pelatihan dilakukan di Kutim, kita tidak hanya meningkatkan keterampilan pekerja dan menggerakkan ekonomi lokal. Pusat pelatihan bisa bekerjasama dengan lembaga pendidikan setempat, sehingga menghasilkan tenaga kerja yang benar-benar memahami kondisi daerah ini,” ujarnya.
“Sebenarnya biaya yang dikeluar untuk pelatihan di luar daerah itu bisa untuk keperluan lainnya,” tutupya. (Adv)

Views: 612










.jpg)
