Novel Tyty Dorong Pemkab Segera Sahkan Perda untuk Tangani Penyebaran HIV/AIDS

By Redaksi 16 Jul 2024, 17:17:37 WIB DPRD Kutim
Novel Tyty Dorong Pemkab Segera Sahkan Perda untuk Tangani Penyebaran HIV/AIDS

Keterangan Gambar : Novel Tyty Paembonan, Anggota Komisi A DPRD Kutim


ANALOGNEWS.id, KUTAI TIMUR - Peningkatan penyebaran HIV/AIDS di Kutai Timur memicu kekhawatiran masyarakat, dengan proyeksi kenaikan jika tidak ada tindakan cepat.

Novel Tyty Paembonan, Anggota Komisi A DPRD Kutim, menyerukan agar pemerintah segera mengesahkan Perda tentang pencegahan HIV/AIDS.

"Tanpa perda, tidak ada pegangan untuk tindakan konkret," ujar Novel setelah rapat panitia khusus di DPRD Kutim. Ia menekankan pentingnya regulasi agar penanganan dapat dimulai segera.

Novel juga menganjurkan peningkatan pengawasan di tempat hiburan malam, yang dinilainya sebagai pusat penyebaran utama.

Selain itu, ia mengusulkan solusi seperti bantuan alat pengaman untuk mencegah penyebaran lebih luas dan pengembangan UMKM sebagai alternatif bagi tempat hiburan yang ditertibkan.

Baca Lainnya :

Novel berharap agar pemerintah segera mengesahkan perda tersebut mengingat penyebaran HIV AIDS ini bak fenomena gunung es yang bisa menjangkit kalangan mana saja.

“Maka dengan harapan kita perda ini akan segera ada, peraturan bupati segera ada, harusnya segera dilaksanakan contohnya sekarang kan refleksi, masa sepanjang keluar jembatan itu kan kalau gak ditertibkan, kan makin menjadi," terang Novel

Menurut Novel sendiri pemerintah bisa saja memberikan bantuan berupa alat pengaman pada mereka dengan tujuan tidak memperluas penyebaran semisal mereka tak mampu menghindari keinginannya untuk melakukan hal tersebut.

“Sebenarnya ini kan bukan memberikan kemudahan pada mereka tapi paling tidak mencegah, orang sudah punya niat dan itu gak sehat, gak ada proteksinya kan lebih parah lagi," tuturnya.

Lebih lanjut, dirinya beranggapan bahwa tempat-tempat seperti hiburan malam dan semacamnya bisa lebih di tertibkan untuk mencegah penyebaran penyakit lebih meluas karena menurutnya pusat penyebaran terbesar berasal dari tempat hiburan.

“lebih baik lagi sih kalau rumah-rumah yang seperti itu tuh di tertibkan diberikan misalnya solusi bagaimana mereka bisa hidup mandiri lewat UMKM, itu lebih baik daripada itu menjadi kos yang bisa jadi sarang penyebaran," katanya

“Rumusnya begini di mana ada pusat ekonomi yang berkembang pasti ada keramaian kan nah salah satu penyumbang penyakit ini muncul itu dari pusat hiburan," tutupnya. (Adv)



Views: 672




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....


Kanan - Iklan Sidebar

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.