- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Penyebaran HIV/AIDS: Novel Tyty Serukan Penanganan dan Pemeriksaan Menyeluruh

Keterangan Gambar : Anggota Komisi A DPRD Kutim, Novel Tyty Paembonan
ANALOGNEWS.id, KUTAI TIMUR - Upaya penanganan HIV/AIDS di Kutai Timur (Kutim) terus didorong, dengan data menunjukkan 42 persen penularan berasal dari kalangan pekerja. Hal ini menjadi sorotan dalam rapat pansus, di mana perdebatan muncul mengenai privasi calon pekerja dalam skreening awal.
Anggota Komisi A DPRD Kutim, Novel Tyty Paembonan, menegaskan pentingnya pemeriksaan menyeluruh untuk deteksi dini tanpa melanggar hak privasi.
"Pemeriksaan harus menyeluruh untuk mendeteksi sejak dini dan menghindari masalah berkepanjangan," kata Novel di kantor DPRD kutim Rabu siang, (17/07/2024).
Novel juga menyoroti perlunya regulasi dalam menangani HIV/AIDS, menekankan bahwa fokus harus pada pengendalian dan pengobatan untuk memutus rantai penyebaran. "Penyakit ini harus dikendalikan agar penularannya tidak berkepanjangan," pungkasnya.
Baca Lainnya :
- Ketua DPRD Kutim: Pemerintah Terus Berupaya Atasi Masalah Pasar Tumpah di Sangatta0
- DPRD Kutim Dorong Solusi Jangka Panjang Atasi Pengemis Anak di Sangatta0
- Ketua DPRD Kutim Prihatin Atas Penurunan Moral Anak Muda: Serukan Penanganan Narkoba di Desa0
- APBD Kutim Meningkat, Dewan Minta Pemkab Prioritaskan Aspirasi Masyarakat0
- Dewan Kutim Pertanyakan Pembangunan Pabrik AMDK oleh PDAM TTB0
Menurutnya pemeriksaan itu seharusnya dilakukan menyeluruh oleh semua pihak agar bisa di deteksi sejak dini dan tidak menimbulkan masalah yang berkepanjangan dan juga tetap mempertahankan hak privasi dari siapapun yang terjangkit.
“Dalam dunia kesehatan itu namanya the entry point artinya perlu diketahui titik masuknya darimana ini dan focus primernya harus diperhatikan," kata Novel.
Lebih lanjut Novel menjelaskan bahwa pihaknya tentu akan menindaklanjuti masalah HIV AIDS ini dalam perda guna memberikan pegangan pada proses penanganannya. “kalau kami di pansus tentu akan bicara kemanusiaan dan tentu juga hak asasi manusia dan lebih penting kita harus juga bicara regulasi guna merunut dengan regulasi yang ada," tutur Novel
Dia menilai bahwa fokus penanganan penyakit ini bukan lagi pada pencegahannya saja melainkan bagaimana cara mengendalikan dan mengobati mereka yang terinfeksi agar bisa memotong rantai penyebaran sedikit demi sedikit. “kalau sudah seperti ini artinya penyakit ini bukan lagi penyakit yang tabu bukan lagi penyakit yang memalukan tapi penyakit ini harus dikendalikan supaya penularannya tidak berkepanjangan," pungkasnya. (Adv)

Views: 519










.jpg)
