Penyebaran HIV/AIDS: Novel Tyty Serukan Penanganan dan Pemeriksaan Menyeluruh

By Redaksi 17 Jul 2024, 17:09:10 WIB DPRD Kutim
Penyebaran HIV/AIDS: Novel Tyty Serukan Penanganan dan Pemeriksaan Menyeluruh

Keterangan Gambar : Anggota Komisi A DPRD Kutim, Novel Tyty Paembonan


ANALOGNEWS.id, KUTAI TIMUR - Upaya penanganan HIV/AIDS di Kutai Timur (Kutim) terus didorong, dengan data menunjukkan 42 persen penularan berasal dari kalangan pekerja. Hal ini menjadi sorotan dalam rapat pansus, di mana perdebatan muncul mengenai privasi calon pekerja dalam skreening awal.


Anggota Komisi A DPRD Kutim, Novel Tyty Paembonan, menegaskan pentingnya pemeriksaan menyeluruh untuk deteksi dini tanpa melanggar hak privasi.

"Pemeriksaan harus menyeluruh untuk mendeteksi sejak dini dan menghindari masalah berkepanjangan," kata Novel di kantor DPRD kutim Rabu siang, (17/07/2024).

Novel juga menyoroti perlunya regulasi dalam menangani HIV/AIDS, menekankan bahwa fokus harus pada pengendalian dan pengobatan untuk memutus rantai penyebaran. "Penyakit ini harus dikendalikan agar penularannya tidak berkepanjangan," pungkasnya.

Baca Lainnya :

Menurutnya pemeriksaan itu seharusnya dilakukan menyeluruh oleh semua pihak agar bisa di deteksi sejak dini dan tidak menimbulkan masalah yang berkepanjangan dan juga tetap mempertahankan hak privasi dari siapapun yang terjangkit. 

“Dalam dunia kesehatan itu namanya the entry point artinya perlu diketahui titik masuknya darimana ini dan focus primernya harus diperhatikan," kata Novel. 

Lebih lanjut Novel menjelaskan bahwa pihaknya tentu akan menindaklanjuti masalah HIV AIDS ini dalam perda guna memberikan pegangan pada proses penanganannya.   “kalau kami di pansus tentu akan bicara kemanusiaan dan tentu juga hak asasi manusia dan lebih penting kita harus juga bicara regulasi guna merunut dengan regulasi yang ada," tutur Novel  

Dia menilai bahwa fokus penanganan penyakit ini bukan lagi pada pencegahannya saja melainkan bagaimana cara mengendalikan dan mengobati mereka yang terinfeksi agar bisa memotong rantai penyebaran sedikit demi sedikit.   “kalau sudah seperti ini artinya penyakit ini bukan lagi penyakit yang tabu bukan lagi penyakit yang memalukan tapi penyakit ini harus dikendalikan supaya penularannya tidak berkepanjangan," pungkasnya. (Adv)



Views: 519




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....


Kanan - Iklan Sidebar

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.