- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Penyebaran HIV/AIDS: Novel Tyty Serukan Penanganan dan Pemeriksaan Menyeluruh

Keterangan Gambar : Anggota Komisi A DPRD Kutim, Novel Tyty Paembonan
ANALOGNEWS.id, KUTAI TIMUR - Upaya penanganan HIV/AIDS di Kutai Timur (Kutim) terus didorong, dengan data menunjukkan 42 persen penularan berasal dari kalangan pekerja. Hal ini menjadi sorotan dalam rapat pansus, di mana perdebatan muncul mengenai privasi calon pekerja dalam skreening awal.
Anggota Komisi A DPRD Kutim, Novel Tyty Paembonan, menegaskan pentingnya pemeriksaan menyeluruh untuk deteksi dini tanpa melanggar hak privasi.
"Pemeriksaan harus menyeluruh untuk mendeteksi sejak dini dan menghindari masalah berkepanjangan," kata Novel di kantor DPRD kutim Rabu siang, (17/07/2024).
Novel juga menyoroti perlunya regulasi dalam menangani HIV/AIDS, menekankan bahwa fokus harus pada pengendalian dan pengobatan untuk memutus rantai penyebaran. "Penyakit ini harus dikendalikan agar penularannya tidak berkepanjangan," pungkasnya.
Baca Lainnya :
- Ketua DPRD Kutim: Pemerintah Terus Berupaya Atasi Masalah Pasar Tumpah di Sangatta0
- DPRD Kutim Dorong Solusi Jangka Panjang Atasi Pengemis Anak di Sangatta0
- Ketua DPRD Kutim Prihatin Atas Penurunan Moral Anak Muda: Serukan Penanganan Narkoba di Desa0
- APBD Kutim Meningkat, Dewan Minta Pemkab Prioritaskan Aspirasi Masyarakat0
- Dewan Kutim Pertanyakan Pembangunan Pabrik AMDK oleh PDAM TTB0
Menurutnya pemeriksaan itu seharusnya dilakukan menyeluruh oleh semua pihak agar bisa di deteksi sejak dini dan tidak menimbulkan masalah yang berkepanjangan dan juga tetap mempertahankan hak privasi dari siapapun yang terjangkit.
“Dalam dunia kesehatan itu namanya the entry point artinya perlu diketahui titik masuknya darimana ini dan focus primernya harus diperhatikan," kata Novel.
Lebih lanjut Novel menjelaskan bahwa pihaknya tentu akan menindaklanjuti masalah HIV AIDS ini dalam perda guna memberikan pegangan pada proses penanganannya. “kalau kami di pansus tentu akan bicara kemanusiaan dan tentu juga hak asasi manusia dan lebih penting kita harus juga bicara regulasi guna merunut dengan regulasi yang ada," tutur Novel
Dia menilai bahwa fokus penanganan penyakit ini bukan lagi pada pencegahannya saja melainkan bagaimana cara mengendalikan dan mengobati mereka yang terinfeksi agar bisa memotong rantai penyebaran sedikit demi sedikit. “kalau sudah seperti ini artinya penyakit ini bukan lagi penyakit yang tabu bukan lagi penyakit yang memalukan tapi penyakit ini harus dikendalikan supaya penularannya tidak berkepanjangan," pungkasnya. (Adv)

Views: 519










.jpg)
