- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Novel Tyty Ajak Dinas dan Sekolah Lakukan Tes Berkala untuk Atasi HIV/AIDS

ANALOGNEWS.id, KUTAI TIMUR - Anggota DPRD Kutai Timur, Novel Tyty Paembonan, mendorong implementasi tes berkala untuk pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di setiap dinas dan sekolah.
Menurutnya, skrining awal dan tes rutin penting untuk individu dengan faktor risiko, seperti pekerja seks komersial, lesbian, atau gay.
"Yang terkait dalam faktor resiko tersebut ialah yang menjajakan Pekerjaan Seks Komersial (PSK), lesbian, atau gay," ucapnya.
Baca Lainnya :
- Novel Tyty Dorong Pemkab Segera Sahkan Perda untuk Tangani Penyebaran HIV/AIDS0
- Penyebaran HIV/AIDS: Novel Tyty Serukan Penanganan dan Pemeriksaan Menyeluruh0
- Ketua DPRD Kutim: Pemerintah Terus Berupaya Atasi Masalah Pasar Tumpah di Sangatta0
- DPRD Kutim Dorong Solusi Jangka Panjang Atasi Pengemis Anak di Sangatta0
- Ketua DPRD Kutim Prihatin Atas Penurunan Moral Anak Muda: Serukan Penanganan Narkoba di Desa0
Novel menyatakan bahwa skrining awal maupun tes berakala itu sebenarnya
wajib dilakukan kepada setiap orang yang punya faktor resiko.
Novel menekankan perlunya regulasi yang menghormati hak asasi manusia selama pelaksanaan tes, memastikan kegiatan pencegahan tidak melanggar privasi.
"Itu yang perlu kita atur, artinya harus ada regulasi yang tidak melanggar hak asasi manusia apalagi ini dalam rangka kegiatan pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS," ujarnya
Ia juga menyarankan agar penyebab penyebaran HIV/AIDS diperiksa lebih dalam, dengan fokus pada tempat hiburan malam sebagai salah satu sumber utama penularan.
Dia mengatakan, perlu lebih dulu mencari akar masalah kenapa penyakit ini tinggi di Kutai Timur.
"Sekarang
tentu kita harus mencari akar masalahnya apa, dan apa penyebab utama
hal ini menular dari mana. Dan hal ini pasti juga ada larinya ke tempat
hiburan-hiburan malam," tambahnya. (adv)

Views: 391










.jpg)
