- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
DPRD Kaltim Dukung Kolaborasi Percepatan SBS dan Penurunan Stunting

Keterangan Gambar : Agenda dialog dan penandatanganan komitmen percepatan SBS dan pemberian penghargaan atas kinerja penurunan stunting. (Foto: HUMAS Sekretariat DPRD Kaltim)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Sarkowi V Zahry, hadir mewakili Ketua DPRD Kaltim dalam acara Dialog dan Penandatanganan Komitmen Percepatan Stop Buang Air Besar Sembarang (SBS), sekaligus pemberian penghargaan atas kinerja penurunan stunting di Provinsi Kalimantan Timur. Acara tersebut berlangsung di Ruang Odah Etam, Kantor Gubernur Kaltim, Senin (18/11/2024).
Sarkowi menegaskan bahwa program yang diluncurkan tersebut sangat krusial dalam upaya menurunkan angka stunting di Kaltim. Ia mendorong adanya kolaborasi dan integrasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota dalam pelaksanaan program ini.
“Kami mendukung penuh agar ada aksi nyata yang mengikuti komitmen yang sudah ditandatangani, bukan sekadar formalitas. Harus ada tindakan yang sampai ke masyarakat," ujar Sarkowi.
Baca Lainnya :
- Jual Beli BBM Eceran Marak di Kaltim, Fuad Fakhruddin Minta Oknum Ditindak Tegas0
- Bankeu Rp500 Miliar untuk Samarinda, Harapan Baru Atasi Banjir dan Pembangunan Kota0
- Sambut IKN, Nur Hadi Saputra Ajak Pengusaha Muda Balikpapan Lebih Percaya Diri0
- Membangun Masa Depan Kaltim Melalui Pengelolaan Kawasan Pesisir yang Berkelanjutan0
- Menggali Potensi Manufaktur untuk Perekonomian Kaltim yang Lebih Kuat0
Menurut Sarkowi, keberhasilan program SBS dan penurunan stunting tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada peran serta masyarakat.
"Masyarakat kita sudah akrab dengan kehidupan di sungai, sehingga untuk mengubah kebiasaan buang air besar sembarangan, perlu melibatkan tokoh-tokoh masyarakat yang lebih dekat dengan mereka. Penyadaran ini sangat penting, karena berkaitan erat dengan budaya," jelasnya.
Lebih lanjut, Sarkowi menekankan bahwa rencana aksi untuk percepatan SBS dan penurunan stunting harus diikuti dengan dukungan anggaran yang memadai. Identifikasi wilayah yang membutuhkan prioritas juga menjadi kunci keberhasilan program ini.
“Ini adalah program bersama, jadi kolaborasi antar semua pihak, termasuk dukungan anggaran, sangat dibutuhkan," pungkasnya. (Fai/Adv/DPRDKaltim)










.jpg)
