- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
DPM-PTSP Bontang Rancang Dokumen Peta Potensi
_(15)_4.jpg)
ANALOG NEWS - Meskipun wilayahnya tidak terlalu besar dibandingkan kabupaten atau kota lain di Kalimantan Timur, Bontang memiliki potensi yang unik. Potensi ini perlu ditonjolkan agar investor tertarik untuk berinvestasi di Bontang.
Kepala Bidang Investasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Bontang, Karel, mengatakan bahwa pihaknya sedang menyusun peta potensi investasi untuk mendukung dan memetakan potensi investasi di Bontang.
Dokumen ini diharapkan dapat menjadi panduan dalam mempromosikan berbagai potensi di Bontang kepada para investor.
Baca Lainnya :
- Kemendagri Tekankan Peran DPM-PTSP, Ini Tanggapan Aspiannur0
- Realisasi Investasi Triwulan I 2024 Kaltim Capai 22,01 Persen, Begini Tanggapan Aspiannur0
- Tali Sida Memajukan Investasi, Kepala DPM-PTSP Bontang: Penting di Era Digital0
- Pemkot Terus Berupaya Perbaiki Pelayanan IUMK DPM-PTSP Bontang0
- Kendala dan Solusi Pengurusan IUMK DPM-PTSP Bontang0
"Dalam penyusunan dokumen ini, kami bekerja sama dengan akademisi dari Universitas Mulawarman," ujar Karel.
Saat ini, pihaknya belum bisa memastikan kapan dokumen tersebut akan selesai, namun diupayakan secepatnya.
Dari paparan awal proposal yang telah diserahkan ke DPM-PTSP, diketahui bahwa Bontang memiliki beberapa potensi investasi, antara lain pengolahan hasil laut dan perkebunan seperti sawit dan kelapa.
Potensi ini muncul karena hasil laut Bontang yang menjanjikan dan potensi perkebunan di daerah tetangga seperti Kukar dan Kutim, yang hasilnya bisa diolah di Bontang.
Selain itu, Bontang juga memiliki potensi dalam mengolah hasil turunan dari gas. Produk turunan gas yang sudah diproduksi di Bontang antara lain pupuk dan methanol.
Ke depan, ada potensi pengembangan produk dari turunan soda ash, dengan adanya pabrik soda ash pertama di Indonesia yang sedang dibangun di kawasan industri PT Kaltim Industrial Estate (KIE).
Soda ash merupakan bahan baku utama untuk pembuatan kaca, keramik, deterjen, kimia, tekstil, dan kertas.
"Meskipun sumber daya alam di Bontang minim, Bontang bisa menjadi daerah pengolah. Secara infrastruktur, kami siap menyediakan yang dibutuhkan," tegas Karel.
Pemerintah juga terus mendorong agar investor dapat masuk dan melakukan diversifikasi produk turunan bahan baku yang bisa diproduksi di Bontang.
Selain memastikan industri tersebut memberikan manfaat bagi warga kota, hal ini juga menjalankan amanah pemerintah pusat untuk melakukan hilirisasi, yaitu meningkatkan nilai tambah produk daripada menjual bahan mentah.
"Kami mencoba menerjemahkan keinginan pemerintah pusat agar tidak hanya menjual barang mentah, tetapi meningkatkan nilainya melalui hilirisasi," singkatnya. (ADV)










.jpg)
