- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Dewan Ajak Masyarakat Mengenali Bahaya HIV/AIDS

Keterangan Gambar : Foto: Anggota DPRD Kutai Timur, Alfian Aswad. (int)
ANALOGNEWS.id, KUTAI TIMUR – Penanggulangan bahaya Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS), menjadi salah satu perhatian anggota DPRD Kutai Timur (Kutim), Alfian Aswad. Ia menginginkan agar masyarakat mengenali bahaya penyakit mematikan tersebut agar tidak tertular.
Tak hanya itu, politikus Partai Demokrat tersebut juga menegaskan agar pemerintah tak tinggal diam dan harus mengambil langkah kongret dalam penanggulangan HIV/AIDS. Alfian menyampaikan, penyebaran penyakit tersebut di Kutim sudah sangat mengkhawatirkan.
Persoalan bahaya penularan virus berbahaya itu disampaikan Alfian usai melakukan Sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah (Sosraperda) tentang Penanggulangan Bahaya HIV/AIDS, di wilayah Kecamatan Kongbeng, Sangkulirang, Muara Mahau dan Bengalon.
Baca Lainnya :
- DPRD Kutim Dorong Peningkatan Pertanian0
- Joni Dorong Penyaluran Daging Hewan Kurban Idul Adha Jangkau Warga Pedalaman0
- Peduli terhadap Pemenuhan Hak Anak, Dewan Berencana Gelar RDP dengan Instansi0
- Dewan Dukung Langkah Pemkab Kutim Menaikkan Status Sidrap menjadi Desa0
- Gara-gara Gaji 13, Polwan Bakar Suaminya yang Juga Polisi0
“Adanya Sosraperda, masyarakat bisa mengenal lebih jauh bahaya dari penyakit ini. Terpenting menghindari pemicu munculnya HIV/AIDS,” ucap Alfian Aswad kepada awak beberapa waktu lalu.
Menurutnya, berbagai pintu masuknya virus HIV/AIDS ke dalam tubuh manusia. Seperti adanya kontak fisik dengan seorang penderita, melalui air liur, darah dan hubungan seks yang bergonta-ganti pasangan. Persoalan yang kian masif, payung hukum dianggap penting untuk meminimalisir penularan di masyarakat.
“Semua harus bersinergi dalam penanggulangan bahaya HIV/AIDS. Selain itu, dinas yang menjadi leading sektor harus aktif dalam melakukan sosialisasi raperda yang telah disusun DPRD dan Pemkab Kutim. Karena aturan ini dibuat untuk menekan penderita HIV/AIDS, khususnya di Sangatta dab wilayah pedalaman,” jelasnya. (Adv)

Views: 743










.jpg)
