- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
Daeranhya Dihina, Ini Sikap Koalisi Pemuda Kaltim Terkait Ucapan Edy Mulyadi
Ucapannya Diduga Provokatif dan Mencederai Masyarakat Kalimantan Timur

ANALOGNEWS.ID - Bertempat di salah satu kedai kopi di kawasan Jalan M Yamin Samarinda, puluhan pemuda yang menamakan dirinya Koalisi Pemuda Kaltim, mengeluarkan pernyataan sikap atas kalimat yang dilontarkan caleg gagal salah satu partai, Edy Mulyadi.
Para pemuda yang berasal dari berbagai unsur tersebut, dengan tegas akan melaporkan kasus tersebut ke jalur hukum. Selain itu, Senin (24/1/2022) pagi, mereka akan turun ke jalan menyampaikan sikap secara resmi ke DPRD Kaltim, Kantor Gubernur Kaltim dan ke Polres Samarinda.
Koordinator Lapangan Koalisi Pemuda Kaltim, Fuad Assegaf menyampaikan, ucapan provokatif dan rasis dari Edy Mulyadi dan kawan-kawannya sangat mencederai masyarakat Kaltim. “Kaltim dinyatakan tempat monyet dan jin buang anak. Kami masyarakat Kaltim tidak menerima dan mengutuk keras atas pernyataan yang menghina Kaltim,” ujarnya.
Baca Lainnya :
- Pengusaha dan Anggota DPRD di Kaltim Saling Lapor, Mereka Rekan Bisnis 0
- Jokowi Akan Segera Tunjuk Kepala Otorita Ibu Kota Negara Nusantara, Ahok Masuk Salah Satu Kandidat0
- UU IKN Telah Disahkan, Ibu Kota Negara Akan Dipimpin Kepala Otorita 0
- Google Wajibkan Karyawan Tes Covid-19 Sebelum Masuk Kantor 0
- Presiden Jokowi Pilih \'Nusantara\' Sebagai Nama Ibu Kota Negara yang Baru0
Fuad juga menyampaikan, akan melaporkan kasus ini ke proses hukum atas pernyataannya. Karena itu, pihaknya juga meminta polisi menangkap dan melakukan proses hukum.
“Kami mengimbau agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan, dan akan terus mengawal pemindahan ibu kota negara di Kaltim,” tegasnya. Ketua Pemuda Banjar Kaltim Fahrian Nur menambahkan, tidak ada kata maaf bagi Edy Mulyadi. “Silakan meminta maaf. Tapi proses hukum harus dilanjutkan,” tegasnya.
Mereka yang menyatakan sikap dalam Koalisi Pemuda Kaltim itu terdiri dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Etam Borneo. Kesmi, Himaija, Pemuda Banjar, FKMKU, FPPPK, IPMAH Samseb, LBAK Kutai, AMPI, Samarinda Berani, AMPG dan berbagai unsur pemuda lainnya. (**)










.jpg)
