- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Banyak PR Infrastruktur di Penyangga IKN

ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun mengatakan bahwa masih banyak pekerjaan rumah (PR) infrastruktur yang harus dituntaskan di wilayah penyangga IKN, salah satunya Samboja, Kutai Kartanegara.
Hal itu dikatakannya lantaran banyak masyarakat yang menginginkan adanya infrastruktur pendukung dari pemerintah hingga fasilitas pemerintahan yang harus di siapkan.
"Walaupun itu lebih banyak penugasan di kabupaten/kota Kutai Kartanegara, namun karena kita dari Daerah Pemilihan Kukar tentunya punya keterikatan baik secara moral maupun penugasan terhadap saya sebagai wakil rakyat dari dapil tersebut,” ucap Samsun saat dikonfirmasi, Selasa (14/03/2023).
Baca Lainnya :
- 60 Ribu Masyarakat Kukar Masuk Kategori Miskin, Legislator Kaltim Ellt Hartati: Perlu Validasi Ulang0
- Pemprov Kaltim Diminta Dorong Pelaku UMKM Daftarkan Hak Cipta Produk0
- Beasiswa Kaltim Berikan Kuota Khusus Bagi Siswa Tak Mampu Lanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi0
- Tambang Ilegal Marak Beroperasi, Dewan Kaltim Tekankan Petani Jangan Jual Lahan ke Perusahaan Tamban0
- Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun Apresiasi Kerja Keras Balai Benih Pangan di Loa Kulu0
Politikus PDI Perjuangan tersebut menyebutkan banyak masyarakat di Samboja khususnya Samboja Barat yang berharap pemerintah daerah dapat melaksanakan tupoksinya dengan maksimal dalam pelayanannya.
“Maka perlu adanya pemekaran wilayah Kecamatan,” ungkapnya.
Mengenai pemekaran, Samboja Induk sebetulnya terdiri dari 21 Kelurahan/Desa. Kemudian itu di pecah menjadi 10 dan 11. 10 Kelurahan/Desa terbagi ke Samboja Barat, sementara sisanya di Samboja Induk.
"Ini juga dalam rangka memudahkan pelayanan terhadap masyarakat. Insha Allah Kantor Kecamatan Samboja Barat akan dibangun di Desa Tani Bakti,” pungkasnya. (Ar/An/Adv)










.jpg)
