- SATRIA Hadir di Bontang, Jadi Ruang Digital Informatif dan Ramah Anak
- Neni Minta Orang Tua Awasi Ruang Digital Anak, Jangan Biarkan Smartphone Tanpa Kontrol
- Agus Haris Sebut Pemkot dan KONI Saling Membutuhkan, Pembinaan Atlet Harus Diperkuat
- APBD 2027 Tertekan, Neni Perketat Belanja Pemkot Bontang
- RAPBD 2027 Bontang Tembus Rp2 Triliun, Neni Ungkap Ada Kurang Bayar DBH Rp402,58 Miliar
- Pemkot Bontang Dorong Penanggulangan TB Jadi Bagian dari Pelayanan Publik
- Agus Haris Desak PLN Hentikan Pemadaman Bergilir di Bontang
- Pemkot Bontang Siapkan Integrasi Program Mengaji ke Wajar 19.00-21.00
- Pemkot Bontang Kaji Skema Tambahan Guru Ngaji Berbasis Jumlah Murid
- 15.410 KK di Bontang Terima Bantuan Beras Selama Tiga Bulan
Agus Haris Sebut Pemkot dan KONI Saling Membutuhkan, Pembinaan Atlet Harus Diperkuat

Analognews.id, BONTANG - Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris menegaskan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) merupakan dua entitas yang saling membutuhkan dalam meningkatkan pembinaan dan prestasi atlet di Kota Bontang.
Hal itu disampaikan Agus saat membuka Musyawarah Olahraga Kota Luar Biasa (Musorkotlub) KONI Bontang 2026, Sabtu (19/9/2026).
Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab dalam mendukung peningkatan mutu olahraga melalui kebijakan, anggaran, serta fasilitas. Sementara KONI bersama cabang olahraga memiliki peran penting dalam menjalankan pembinaan atlet hingga menghasilkan prestasi.
Baca Lainnya :
“Ketika para cabor mendapatkan medali emas, yang mendapat kebanggaan itu adalah Pemerintah Kota Bontang. Jadi pemerintah dan KONI ini adalah dua entitas yang saling membutuhkan,” ujarnya.
Ia menilai hubungan antara Pemkot dan KONI perlu dibangun melalui komunikasi yang baik dan pembagian tanggung jawab yang jelas. Dengan begitu, program pembinaan atlet dapat berjalan lebih terarah dan tidak bergantung pada satu pihak.
“Dua entitas ini bisa bekerja sama. Yang penting komunikasi dan sama-sama bertanggung jawab,” katanya.
Agus juga meminta kepengurusan KONI yang nantinya terpilih segera menyusun rumusan program secara jelas, terutama terkait cabang olahraga yang memiliki peluang meraih medali.
Menurutnya, pemetaan tersebut penting agar dukungan anggaran yang tersedia dapat diarahkan kepada kebutuhan yang benar-benar prioritas.
Ia menyebut KONI Bontang saat ini memiliki anggaran sekitar Rp4,4 miliar. Anggaran tersebut diharapkan dapat dikelola secara efektif untuk mendukung persiapan atlet.
“Semoga anggaran yang ada itu Rp4,4 miliar bisa dimanfaatkan dan dikelola dengan sebaik-baiknya. Tujuan kita mendapatkan banyak emas,” ucapnya.
Namun, Agus mengingatkan kemampuan keuangan daerah saat ini terbatas. Kondisi fiskal tersebut membuat pemerintah tidak bisa menjadi satu-satunya pihak yang menanggung seluruh kebutuhan pembinaan olahraga.
Karena itu, ia mendorong KONI membuka ruang kerja sama dengan dunia usaha di Bontang. Menurutnya, keberadaan perusahaan berskala nasional dan internasional di Kota Bontang dapat menjadi salah satu sumber dukungan untuk pengembangan olahraga.
“Di tengah APBD ini memang tidak bisa kita hanya bicara tanggung jawab hanya ada di Pemerintah Kota Bontang. Harus ada terobosan yang teman-teman pengurus KONI rumuskan,” jelasnya.
Agus bahkan mendorong KONI bersama Pemkot menyusun proposal pembangunan pusat kegiatan olahraga di kawasan Bontang Lestari. Proposal tersebut nantinya dapat diajukan kepada pemerintah pusat untuk memperoleh dukungan pembangunan sarana olahraga.
Ia berharap pola kolaborasi tersebut dapat menjadi langkah baru dalam membangun ekosistem olahraga Bontang, mulai dari pembinaan atlet, penyediaan fasilitas, hingga dukungan terhadap atlet berprestasi.
“Kalau kita bisa yakinkan pemerintah pusat, pembangunan di daerah itu bisa kita wujudkan. Saya kira banyak yang akan mendukung kita,” pungkasnya.










.jpg)
