- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
2,65 Miliar Data Pengguna Chrome Terancam Dirampok Hacker
Diumumkan Langsung Oleh Google Pada Blog Resminya

Keterangan Gambar : internet
ANALOGNEWS.id - Beberapa waktu lalu Google mengumumkan ada celah
keamanan pada Chrome. Ini mengancam 2,65 miliar yang menjadi penggunanya.
Pada blog resminya, Google mengatakan adanya eksploitasi 'zero
day' ke-11 untuk Chrome pada tahun ini. Celah tersebut berdampak pada pengguna
Linux, macOS dan Windows.
Zero day berarti peretas disebut sudah bisa mengeksploitasi
kerentanan bahkan sebelum Google bisa meluncurkan perbaikannya. Dengan begitu
ancaman ini begitu berbahaya dari masalah keamanan lainnya.
Baca Lainnya :
- Elonk Musk Jadi Orang Terkaya di Dunia, Kekayaannya Kalahkan Bos Amazon0
- Timnas Lolos Melaju ke Babak Ketiga Kualifikasi Piala Asia Setelah Pecundangi Taiwan 3-00
- Tak Lolos TWK, Pegawai KPK Beralih Jadi Penjual Nasi Goreng0
- Instagram Bakal Hadirkan Fitur Untuk Menjauhi Konten Berbahaya 0
- Sirkuit Mandalika Untuk 25 Ribu Penonton dan Wajib Vaksin0
Google menambahkan pihaknya
sadar eksploitasi pada kerentanan dengan kode CVE-2021-37973 ada di alam liar.
Namun raksasa mesin pencarian itu juga merahasiakan detail terkait masalah
tersebut.
Perusahaan beralasan ini jadi cara melindungi pengguna, di saat
bersamaan memberi waktu pada perusahaan melakukan upgrade, dikutip Forbes,
Selasa (12/10/2021).
Forbes mencatat zero daya yang jadi kerentanan Use After Free
(UAF) lainnya jadi jalan bagi peretas untuk beberapa bulan terakhir. Tercatat
ada 10 kerentanan UAF Chrome yang ditemukan pada bulan September.
Kerentanan UF adalah eksploitasi memori, yakni program gagal
menghapus penunjuk memori setelah dibebaskan.
Saat masalah terjadi, Google meluncurkan perbaikan kritis dan
mengatakan seluruh pengguna bisa mendapatkannya secara bersamaan.
Sebagai informasi, jika kamu pengguna Chrome dapat mengecek apakah
terlindungi dengan menuju ke Settings > Help > About Google.
Apabila yang terlihat Chrome versi 94.0.4606.61 atau lebih tinggi, berarti kamu
aman.
Jika pembaruan belum tersedia maka kamu harus mengeceknya secara
berkala. Apabila sudah bisa diupdate, Chrome perlu direstart untuk bisa
menerapkan perbaikannya.










.jpg)
