- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Tak Lolos TWK, Pegawai KPK Beralih Jadi Penjual Nasi Goreng
ak lolos seleksi tes wawasan kebangsaan (TWK) untuk menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Keterangan Gambar : Mantan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menyambangi tempat usaha kuliner nasi goreng milik eks pegawai Biro Hukum KPK, Juliandi Tigor Simanjuntak di Kawasan Jati Rahayu, Bekasi pada Senin (11/10/2021) malam.(KOMPAS.com / IRFAN KAMIL)
ANALOGNEWS.id – Seorang pegawai Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK) beralih profes menjadi juruk masak di Warung Nasi Goreng
KS Rempah di Jalan Raya Hankam Nomor 88, RT 02/RW 06, Kelurahan Jatirahayu,
Kecamatan Pondokmelati, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Dia adalah Juliando Tigor Simanjuntak, mantan
Fungsional Biro Hukum KPK, menjadi penjual sekaligus juru masak warung
tersebut.
Tigor harus keluar dari dari lembaga
antirasuah itu akhir Septeber lalu karena tak lolos seleksi tes wawasan
kebangsaan (TWK) untuk menjadi aparatur sipil negara (ASN). Semua pegawai KPK
kini berstatus ASN.
Baca Lainnya :
- Sirkuit Mandalika Untuk 25 Ribu Penonton dan Wajib Vaksin0
- Pelaku Perampokan Toko Mama Anjas Residivis Kasus Pembunuhan0
- Tingkat Penularan Virus Corona Menurun, Presiden Minta Masyarakat Tetap Waspada0
- Cara Repsol Honda Jaga Kepercayaan Diri Marquez0
- Kalahkan Federer, Djokovic Juara Wimbledon0
"Kami diproyeksikan (awal) bulan
Oktober sudah diputus pekerjaan. Artinya, saya berusaha mencari solusi. Ya
inilah yang bisa saya lakukan, usaha bikin nasi goreng," tutur Tigor
mengutip kompas.com, Selasa (12/10/2021).
Dia mengaku, keputusannya untuk menjadi
pedagang nasi goreng muncul ketika dikeluarkanya Surat Keterangan (SK) Nomor
652 yang berisi tentang pemecatan dirinya per 1 November 2021.
Namun, sebelum pemecatan yang akhirnya dilakukan pada 30 September tersebut, dia bersama kawan-kawan lainya telah tidak diberi pekerjaan. Tigor mengungkapkan, peluang usaha nasi goreng itu ia dapatkan dari YouTube.
“Sebenarnya ketika surat keputusan itu terbit,
saya pribadi enggak ada kegiatanlah. Di rumah baca buku udah bosanlah kira
kira. Akhirnya saya kegiatannya kan nonton YouTube tuh, terus saya cari ide
kira-kira apa sih yang bisa diproduksi," ujarnya.
Tigor mengatakan hampir semua menu yang
terdapat di tempat usahanya berawal dari YouTube. Dia menonton sejumlah video
dan akhirnya bisa meracik berbagai resep nasi goreng.
"Karena tidak ada kegiatan, saya
coba-coba melihat resep semua yang ada di YouTube, tapi tentunya saya enggak
satu menu yah. Saya kombinasikan entah beberapa menu. Inilah salah satu yang
bisa saya sajikan. Jadi ada khasnya dalam usaha saya ini," ujar Tigor.
Alih profesi itu tidak
membuat Tigor merasa malu. Menurut dia, apapun usaha yang dilakukan apabila
sesuai dengan hati nurani, jalani saja.
“Enggak ada, untuk menuju sesuatu kita harus ada
pengorbanan. Menurut saya, membanggakan jualan (nasi goreng) ya. Usaha memang
harus begini, merintis dari nol. Saya rasa, yang sekarang sudah berhasil ada
kalanya dia merintis dari nol,” ujar dia. (**)










.jpg)
