- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Instagram Bakal Hadirkan Fitur Untuk Menjauhi Konten Berbahaya

Keterangan Gambar : Ilustrasi (int)
ANALOGNEWS.id - Instagram akan memperkenalkan fitur baru, "take a break", untuk mendorong pengguna remaja menjauh dari konten berbahaya dan beristirahat dari platform tersebut, kata wakil presiden urusan global Facebook Nick Clegg dikutip dari The Verge, Senin (11/10/2021).
"Melalui fitur tersebut, kami mendorong remaja untuk beristirahat menggunakan instagram," ujar Clegg.
Clegg juga mengatakan, Instagram akan menghadirkan fitur yang dapat mendorong pengguna remaja melihat konten lain sehingga mereka tak melulu melihat konten yang sama secara berulang-ulang.
Baca Lainnya :
- Sirkuit Mandalika Untuk 25 Ribu Penonton dan Wajib Vaksin0
- Ini 3 Fakta Tentang Hari Raya Umat Islam Sedunia0
- Crutchlow Finis di Posisi 19 MotoGP Amerika0
- ROBOT Kecil Cikal Bakal Transformer segera relase untuk anak0
- Apple iWatch Bakal Dirilis Bulan Depan0
"Kami akan memperkenalkan sesuatu yang saya pikir akan membuat perbedaan yang besar, di mana sistem kami mendeteksi bahwa seorang remaja melihat konten yang sama berulang-ulang dan mungkin tidak kondusif untuk mereka. Kami akan mendorong mereka melihat konten lain," kata Clegg.
Clegg tidak memberikan keterangan soal kapan tepatnya untuk peluncuran fitur tersebut. Namun juru bicara Facebook mengatakan, fitur-fitur tersebut baru akan diuji.
Facebook telah mendapat kritik keras selama beberapa minggu terakhir, menyusul laporan dari Wall Street Journal berdasarkan dokumen internal dari mantan manajer produk di Facebook, Frances Haugen.
Di depan Kongres pada Selasa, (5/10) waktu setempat, Haugen menjadi saksi pada sidang yang berfokus pada penelitian internal perusahan yang menunjukkan Instagram dapat menjadi racun bagi kesehatan mental terutama gadis remaja.
Namun CEO Facebook Mark Zuckerberg membantah tudingan Haugen.










.jpg)
