- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Wacana Pelepasan Kembali Buaya Riska Tuai Polemik
.jpg)
Keterangan Gambar : Anggota DPRD Bontang, Faisal. (L)
ANALOGNEWS.id, BONTANG - Wacana mengembalikan biaya Riska ke habitatnya di sungai Guntung, Kota Bintang, Kalimantan Timur menuai polemik.
Anggota DPRD Kota Bontang Faisal FBR mengatakan, pemerintah seharusnya menyiapkan penangkatan telebih dahulu sebelum wacana pengembalian biaya Riska ke sungai Guntung di sampaikan ke publik.
Dia bilang, pemerintah harus memiliki perencanaan yang matang sebelum buaya Riska dilepas kembali ke habitatnya. Dia minta pemerintah untuk tidak terburu-buru menentukan, sebab hal ini terkait dengan keselamatan warga sekitar.
Baca Lainnya :
- Abdul Haris Minta Kasus Kekerasan pada Anak Diberi Perhatian Khusus0
- Komisi III Kembali Sidak Griya Wisata, Fasum dan Fasos Terkendala Aturan0
- Banyak OPD Belum Capai Target Realisasi Anggaran, DPRD Dukung Upaya Pj Gubernur Lakukan Evaluasi0
- Keterlibatan Sekolah dan Ortu Kurangi Kasus Bullying Dalam Dunia Pendidikan0
- Keseragaman Informasi Tak Sampai di Desa-desa, DPRD Kaltim Dorong Pemerataan Digitalisasi0
“Kalau mau dilepaskan harus ada dulu penangkaran, jangan hanya bersuara lepaskan tapi tidak ada solusi untuk warga sekitar. Ini soal keselamatan warga, Provinsi jangan asal berbicara,” katanya kepada awak media, Selasa (14/11/2023).
Menurut politisi Nasdem ini, untuk melepaskan buaya kembali ge perairan Guntung, dibutuhkan proses yang panjang. Apalagi jika ingin membangun penangkaran di wilayah Guntung. Butuh perencanaan yang matang untuk menetapkan lokasinya, sebab wilayah tersebut langganan banjir.
Dia mendukung jika wacana itu selaras dengan pembangunan objek wisata yang baru. “Membangun objek wisata memang perlu Tapi menjaga keselamatan warga harus jadi pertimbangan utama,” ucap Faisal.
Ke depan, saat penangkaran buaya sudah terbangun maka pemerintah dan perusahaan bisa saling berkolaborasi terkait makan dan perawatannya.
“Yang penting itu intinya terbangun saja dulu penangkarannya kalau sudah ada nanti tinggal saling berkordinasi,” ujar dia.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersepakat dengan Pemkot Bontang agar habitat buaya yang diberi nama Riska di Bontang bisa menjadi destinasi wisata baru bagi pemerintah daerah. (*)










.jpg)
