- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
UMKM Bontang Disiapkan Tembus Pasar Singapura, 50 Pelaku Usaha Ikuti Workshop

Analognews.id, BONTANG – Pemerintah Kota Bontang mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meningkatkan kualitas produk serta kesiapan bisnis untuk memperluas pasar hingga mancanegara.
Upaya tersebut dilakukan melalui Workshop UMKM Insight yang digelar Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kota Bontang bekerja sama dengan PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Jalan Awang Long, Bontang Utara, Jumat (24/7/2026).
Kegiatan yang diikuti 50 pelaku UMKM se-Kota Bontang tersebut dibuka Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni. Workshop secara khusus memberikan pembekalan terkait peluang dan kesiapan memasuki pasar Singapura yang memiliki persyaratan produk cukup ketat.
Baca Lainnya :
Neni mengatakan, pengembangan UMKM tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan jumlah pelaku usaha, tetapi juga harus diikuti dengan kemampuan menghasilkan produk yang memenuhi kebutuhan pasar internasional.
“Pasar global memiliki persyaratan yang harus dipenuhi, sehingga pelaku UMKM perlu memahami standar produk, kualitas, keamanan, dan bagaimana membaca kebutuhan konsumen di negara tujuan,” kata Neni.
Menurutnya, peluang UMKM Bontang untuk berkembang ke pasar luar negeri telah terlihat dari sejumlah capaian sebelumnya. Pada Trade Expo Indonesia 2025, pelaku UMKM Bontang mencatat 20 kontak dagang dan satu nota kesepahaman (MoU) dengan pembeli internasional.
Penjajakan kerja sama dengan Malaysia, Sri Lanka, dan Australia juga menghasilkan tiga MoU serta empat Letter of Intent (LoI).
Neni berharap pengalaman tersebut menjadi modal bagi pelaku UMKM untuk lebih serius mempersiapkan produk dan strategi bisnisnya.
“Capaian yang sudah ada harus menjadi pemicu untuk melangkah lebih jauh. Kita ingin pelaku UMKM semakin siap mengembangkan produknya, memperluas jaringan, dan melihat pasar luar negeri sebagai peluang usaha,” ujarnya.
Ia menilai semakin luas pasar yang dapat dijangkau UMKM, semakin besar pula peluang berkembangnya usaha dan terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat.
Workshop tersebut menghadirkan Founder sekaligus Direktur DGayatri International Pte. Ltd. Singapura, Diyah Gayatri, sebagai narasumber utama. Ia memberikan wawasan berdasarkan pengalaman dalam mengembangkan bisnis di pasar internasional.
Kepala DKUMPP Kota Bontang, Eko Arisandi, menjelaskan kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan gambaran yang lebih praktis kepada pelaku UMKM mengenai proses memasuki pasar ekspor, khususnya Singapura.
“Peserta tidak hanya mendapatkan informasi mengenai peluang pasar, tetapi juga diajak memahami hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum produknya dipasarkan ke luar negeri,” jelas Eko.
Selain pengetahuan mengenai ekspor, workshop juga menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperoleh informasi mengenai jejaring dan peluang kerja sama bisnis internasional.
Eko berharap peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam pengembangan usaha masing-masing.
“Setelah mengikuti kegiatan ini, kami berharap pelaku usaha bisa lebih siap menentukan langkah pengembangan bisnisnya, termasuk dalam melihat peluang pasar yang selama ini mungkin belum mereka jangkau,” katanya.
Sementara itu, Senior Site Manager PT Kaltim Nitrate Indonesia, Budi Santosa, menegaskan dukungan perusahaan terhadap pengembangan UMKM di Kota Bontang. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi daerah.
“Bagi kami, keberadaan perusahaan di Bontang juga harus memberi ruang bagi tumbuhnya usaha masyarakat. Karena itu, dukungan terhadap UMKM akan terus kami arahkan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Budi.
Ia menambahkan, PT KNI terbuka untuk terus membangun kolaborasi bersama pemerintah dan pelaku UMKM dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“UMKM merupakan bagian penting dari kekuatan ekonomi lokal. Kami ingin dukungan yang diberikan dapat membantu mereka berkembang secara konsisten dan memiliki usaha yang semakin kuat,” pungkasnya.










.jpg)
