- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
Standar Kompetensi Pelatih Diperketat KONI Kaltim Jelang PON XXII 2028

Analognews.id, Samarinda - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim terus berbenah agar mampu meraih hasil memuaskan di momentum pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
KONI Kaltim kini memperketat standar kompetensi pelatih dengan mewajibkan sertifikasi, minimal sertifikat nasional untuk setiap pelatih yang terlibat dalam persiapan PON.
Baca Lainnya :
- KONI Kaltim Sukses Gelar Pelatihan Nasional untuk Pelatih Fisik Level 10
- Berlangsung Pra POPNAS Wilayah IV: Sepak Bola dan Voli Putra Kaltim Melaju ke Babak Krusial0
- Pengurus KONI Berau Periode 2024-2028 Resmi Dilantik0
- Dispora Kaltim Optimis Loloskan Semua Cabor di Pra-Popnas Zona IV 0
- Balikpapan Allstar U13 Raih Trofi Juara di Piala Gubernur Kaltim 20240
Ketua KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelatih menjadi salah satu prioritas utama dalam menghadapi PON mendatang.
“Syarat bagi pelatih tidak hanya harus memiliki sertifikat nasional, tapi juga diharapkan memiliki sertifikat internasional sebagai nilai tambah. Kami menyadari PON 2024 lalu, ada pelatih yang bahkan belum memiliki sertifikasi,” kata Rusdi, Sabtu (23/11/2024).
Pelatih memegang peran krusial dalam menentukan prestasi atlet. Oleh karena itu, selain evaluasi terhadap performa atlet, KONI Kaltim juga akan melakukan penilaian ketat terhadap kinerja pelatih.
“Pelatih yang kompeten akan mampu memahami kebutuhan atletnya, baik dalam persiapan maupun saat bertanding,” tegasnya.
Ia mengakui bahwa sebagian pelatih di Kaltim masih mengandalkan pengalaman otodidak dan belum memiliki sertifikat pelatih resmi. “pelatih kami memang berasal dari jalur otodidak, dan itu wajar mengingat jumlah penduduk Kaltim tidak sebanding dengan provinsi besar seperti Jawa Barat,” jelasnya.
KONI Kaltim juga mengarahkan para pelatih untuk mengikuti program pelatihan yang lebih terstruktur dan terstandar. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas latihan atlet, baik di dalam program Pelatda yang diselenggarakan oleh KONI Kaltim, maupun di luar program tersebut. (Adv).










.jpg)
