- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Skema Penetapan Endemi Covid-19 Menunggu Hasil Evaluasi Pasca Mudik Lebaran

ANALOGNEWS.id - Penentuan skema menuju endemi Covid-19 masih menunggu hasil evaluasi pasca-mudik lebaran.
Hal itu diungkapkan oleh Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden RI Abraham Wirotomo, setelah informasi bahwa pemerintah telah mempersiapkan transisi perubahan status pandemi menjadi endemi Covid-19 beredar luas ke masyarakat.
"Untuk skemanya, pemerintah masih menunggu evaluasi beberapa minggu pasca-mudi lebaran," Kata Abraham melalui siaran persnya di Jakarta, Kamis (5/5/2022).
Baca Lainnya :
- H+3 Lebaran, Pemkot Samarinda Bersih-Bersih Pasar Tradisional0
- Kasus Hepatitis Akut Misterius, Ini Kata Kemenkes0
- Waspadai Kelangkaan Minyak Goreng di Bontang dan Kutim , FAP Gelar Operasi Pasar Jelang Hari Raya0
- Donald Trump Akan Luncurkan Aplikasi Media Sosial Buatannya Akhir Bulan Ini 0
- HMI Cabang Sangatta Nilai Hasil Pertemuan Antara Forkopimda Kutai Timur dengan Pihak PT. KPC Absurd0
Dia berharap lonjakan kasus tidak terjadi seperti di negara lain. Abraham mengaku, selama tujuh minggu terakhir, yakni sejak 24 Maret hingga 4 Mei 2022, Covid-19 sudah terkendali.
Meski demikian, pemerinta kata dia, tidak akan terburu-buru menurunkan status pandemi menjadi endemi, meski beberapa indikator menunjukkan perbaikan. (*)










.jpg)
