- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Pupuk Indonesia Temui Para Petani Perbatasan Republik Indonesia - Papua Neugini

Keterangan Gambar : General Manager Regional 4, Wisnu Ramadhani, melakukan kunjungan kerja ke wilayah paling timur Indonesia tersebut pada Jumat, 13 Juni 2025. (Ist)
ANALOGNEWS.id, MERAUKE – Dalam rangka mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) pengembangan satu juta hektare lahan pertanian di Kabupaten Merauke, PT Pupuk Indonesia (Persero) dikomandoi General Manager Regional 4, Wisnu Ramadhani, melakukan kunjungan kerja ke wilayah paling timur Indonesia tersebut pada Jumat, 13 Juni 2025.
Salah satu agenda utama kunjungan ini adalah kegiatan Rembuk Tani yang digelar di kios pupuk Trans Rejeki yang berlokasi di titik paling timur Indonesia, tepatnya di Jalan Trans Papu, Desa Wasur, Distrik Meruke. Puluhan petani hadir dengan antusias dalam forum ini untuk menyampaikan aspirasi dan menerima informasi terkini mengenai ketersediaan pupuk subsidi.
Dalam sambutannya, Wisnu Ramadhani menyebut alokasi pupuk subsidi untuk petani di Kabupaten Merauke masih sangat mencukupi.
Baca Lainnya :
- Haryono Dorong Evaluasi Panen Kedua, Soroti Minimnya Respons OPD terhadap Petani0
- Minim Dukungan Pemerintah, Tim Balap Motor Bontang Kebingungan Cari Tempat Latihan0
- Pemkot Bontang & Jaksa Pengacara Negara Tak Terkalahkan! 21 Perkara Hukum Tuntas di 20240
- Hadapi Krisis Sampah, Deni sebut Sistem Pengelolaan Sampah di Samarinda Masih Belum Optimal0
- Upaya Pemkot Samarinda Bangun Jalan Alternatif Sambutan–Bandara APT Pranoto Atasi Kemacetan0
"Saat ini, total alokasi pupuk subsidi tahun 2025 untuk Kabupaten Merauke mencapai 18.420 ton. Namun, hingga Mei 2025, baru terserap sekitar 3.367 ton atau 18 persen. Kami berharap agar para petani dapat memanfaatkan alokasi ini secara maksimal untuk mendukung swasembada pangan di Merauke," ungkapnya dihadapan petani.
Lebih lanju, Wisnu menjelaskn, rendahnya serapan pupuk pada musim tanam kedua tahun ini disebabkan oleh gangguan hama dan penyakit tanaman padi yang dikenal dengan sebutan “Merah”. Serangan ini membuat petani enggan melakukan pemupukan karena khawatir gagal panen.
“Padi kami terserang penyakit Merah. Kami tidak berani melakukan pemupukan. Kami juga belum tahu apa penyebabnya,” ungkap Suraji, salah satu petani peserta Rembuk Tani.
Menanggapi keluhan itu, Wisnu Ramadhani menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti dengan mengirimkan tim agronomis ke Merauke. "Kami akan mengupayakan kehadiran tim agronomis dari PT Pupuk Indonesia untuk melakukan analisa mendalam terkait penyebab serangan hama/penyakit tersebut," uarnya.
Tim agronomis tersbut nantinya tidak hanya menangani persoalan hama dan penyakit, namun juga akan turut terlibat dalam mendukung keberhasilan implementasi PSN pengembangn satu juta hektare sawah di Merauke.
Selain kegiatan Rembuk Tani, kunjungan ini juga diisi dengan koordinasi lintas sektor bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Merauke.
Dalam pertemuan tersebut, GM Regional 4 PT Pupuk Indonesia melakukan silaturahmi sekaligus koordinasi bersama Bupati, Kapolres, Dandim, serta Kepala Kejaksaan Negeri Merauke guna memastikan sinergi yang solid dalam mendkung program ketahanan pangan nasional di wilayah paling timur Indonesia. (*/An)










.jpg)
