- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Program BKKD di Kukar Terkendala SDM

Keterangan Gambar : Foto: Kepala DPMD Kukar, Arianto.
ANALOGNEWS.id, KUKAR - Program Bantuan Khusus Kepada Desa (BKKD) di Kukar yang bertujuan untuk mengangkat tenaga medis di desa-desa yang belum memiliki bidan dan perawat mengalami kendala.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, Jumat (15/3/2024).
Arianto mengungkapkan bahwa saat ini belum ada tenaga medis yang bersedia ditempatkan di desa-desa tertentu.
Baca Lainnya :
- Tri Joko Kuncoro Apresiasi Kegiatan Sosialiasi Empat Pilar di Maluhu0
- Pemerintah Kecamatan Sebulu Alokasikan Rp 18 Miliar untuk Program Pembangunan Infrastruktur 0
- Desa Kerta Buana Gelar Pertunjukan Ogoh-Ogoh0
- Beragam Program Prioritas Disdukcapil Kukar Tahun 20240
- Desa Rapak Lambur Jalankan Program Pondok Pangan Etam0
Meskipun DPMD telah menganggarkan dana khusus, masih terdapat kekosongan tenaga medis di beberapa desa.
Hal ini disebabkan oleh tidak tersedianya Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah setempat maupun ketidaksiapan tenaga medis dari luar daerah untuk ditempatkan di desa-desa tersebut.
Arianto menambahkan bahwa pihaknya akan berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar untuk menetapkan desa mana saja yang memerlukan tenaga medis melalui Puskesmas.
"Kemudian pembayaran honorarium insentif kepada tenaga medis yang bersedia akan kita lakukan melalui perangkat desa,"ujar Arianto.
Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan indeks ketahanan sosial di desa-desa dengan memastikan pemenuhan tenaga medis yang cukup. Namun, tantangan dalam rekrutmen dan penempatan tenaga medis menjadi hambatan utama dalam realisasi program ini. (Adv)










.jpg)
