Petani Masih Andalkan Pola Lama, Sujiati Minta Edukasi Manajemen Tanam dan Pupuk Ditingkatkan

By Redaksi 07 Jun 2025, 12:26:32 WIB DPRD PPU
Petani Masih Andalkan Pola Lama, Sujiati Minta Edukasi Manajemen Tanam dan Pupuk Ditingkatkan

Keterangan Gambar : Anggota DPRD PPU, Sujiati. (*)


ANALOGNEWS.id, PPU – Kebiasaan petani di Penajam Paser Utara (PPU) membiarkan lahan tidur usai panen masih menjadi pemandangan umum. Anggota DPRD PPU, Sujiati, menilai pola pikir lama ini perlu segera diperbarui agar produktivitas pertanian tidak terus stagnan.

“Itu memang sudah jadi tradisi. Setelah panen, lahan ditidurkan dulu sebulan supaya batang padi membusuk alami sebelum diolah lagi,” ujar Sujiati.

Meski cara ini bermanfaat sebagai pupuk organik, Sujiati mengingatkan bahwa praktik tersebut sering tidak diimbangi dengan manajemen pemupukan yang tepat. Akibatnya, jeda antar musim tanam menjadi terlalu panjang dan petani kehilangan momentum produksi.

Baca Lainnya :

“Memang batang padi yang dibusukan itu bagus untuk menyuburkan tanah. Tapi kalau tidak dibarengi strategi pemupukan yang tepat, proses tanam berikutnya jadi lama,” jelasnya.

Menurut Sujiati, minimnya pengetahuan petani soal teknik percepatan dekomposisi jerami—misalnya penggunaan pupuk perombak organik—membuat banyak lahan terbengkalai lebih lama dari seharusnya. Padahal, teknologi ini sudah tersedia luas dan relatif mudah diakses.

Ia pun mendorong pemerintah daerah melalui dinas pertanian dan penyuluh lapangan lebih proaktif turun ke desa. Edukasi secara persuasif dan demonstrasi praktik di lapangan disebutnya sebagai langkah penting agar petani mau mencoba pola tanam baru yang lebih efisien.

“Kalau penyuluhnya aktif dan ada contoh nyata di lapangan, petani pasti lebih mudah menerima. Karena tantangan pertanian sekarang berbeda dengan zaman dulu,” tegas Sujiati.

Ia berharap edukasi manajemen tanam dan penggunaan pupuk modern bisa dilakukan secara rutin, bukan hanya sekali dua kali, agar petani tidak lagi terjebak dalam pola lama yang membuat produktivitas stagnan. (*)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....


Kanan - Iklan Sidebar

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.