- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Rohim Dorong Gudang Logistik Nasional Dibangun di Samarinda

Keterangan Gambar : Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim. (Foto : Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Isu kesiapsiagaan menghadapi bencana kembali mencuat, dan kali ini menjadi perhatian serius Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim.
Ia menilai Kalimantan, khususnya wilayah Samarinda, membutuhkan dukungan logistik yang memadai dan terintegrasi untuk mempercepat respons saat bencana terjadi.
Rohim menyebut pentingnya membangun gudang logistik bencana skala nasional di Kalimantan, mengingat wilayah ini memiliki kerentanan terhadap bencana seperti banjir, tanah longsor, hingga kebakaran hutan.
“Dalam kondisi darurat, kecepatan distribusi logistik adalah kunci. Jika pusat logistik berada jauh, kita akan kehilangan waktu yang sangat berharga,” kata Rohim.
Ia mengusulkan kawasan Palaran sebagai lokasi ideal pembangunan gudang logistik tersebut. Selain memiliki lahan yang siap digunakan, kawasan ini juga memiliki akses langsung ke jalan tol dan infrastruktur penunjang lainnya.
“Palaran itu strategis, dekat dengan tol, pelabuhan, dan bisa menjangkau wilayah Kalimantan dengan cepat,” tuturnya.
Menurut Rohim, pemilihan lokasi logistik bencana tak hanya soal posisi geografis, tapi juga soal efisiensi dan efektivitas penanganan.
Karena itu, DPRD Samarinda berinisiatif membentuk panitia khusus (pansus) yang akan mengupayakan komunikasi intensif dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Ini bukan soal kebanggaan wilayah, tapi soal keselamatan masyarakat. Kami ingin Samarinda berperan aktif dalam memperkuat jaringan penanggulangan bencana regional,” terangnya.
Ia menambahkan, jika dibangun di Samarinda, gudang logistik ini bisa menjadi pusat distribusi untuk provinsi-provinsi di Kalimantan lainnya, hingga mempercepat pengiriman bantuan saat kondisi krisis.
Rohim pun berharap ada dukungan lintas sektor untuk mendorong realisasi wacana ini.“Bencana tidak bisa diprediksi. Tapi kesiapsiagaan bisa dirancang sejak sekarang. Dengan gudang logistik di Samarinda, kita tidak hanya menyelamatkan kota ini, tapi juga seluruh Kalimantan,” tukasnya. (ARD/Adv/DPRDSamarinda)










.jpg)
