Penyediaan Pupuk Subsidi Tingkatkan Produktivitas Petani

By Redaksi 05 Mar 2023, 22:57:21 WIB DPRD Kaltim
Penyediaan Pupuk Subsidi Tingkatkan Produktivitas Petani

Keterangan Gambar : Wakil Ketua DPRD Kaltim, Muhammad Samsun hingga saat ini terus konsisten mendorong pengembangan sektor pertanian.


ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Wakil Ketua DPRD Kaltim, Muhammad Samsun hingga saat ini terus konsisten mendorong pengembangan sektor pertanian. Dia mengharapkan supaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim dapat menyediakan regulasi tentang penyediaan pupuk subsidi.

Samsun mengungkapkan langkah yang sangat dimungkinkan untuk dilakukan mengenai pendistribusian pupuk kepada para petani di Kaltim untuk meningkatkan produktifitas produksi pertanian.

"Pendistribusian pupuk bersubsidi hal yang paling memungkinkan kita lakukan dalam upaya peningkatan produktifitas, pupuk subsidi sangat sulit didapatkan oleh petani, coba pemerintah mulai memikirkan hal itu," ucapnya, Minggu (5/3/2023).

Baca Lainnya :

Menurutnya mengenai hal itu Pemprov Kaltim dinilai sangat mampu dari segi kekuatan anggaran, apabila Pemerintah Pusat tidak menurunkan program pupuk bersubsidi, Pemprov Kaltim dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp17,2 triliun bisa merealisasikan program penyaluran pupuk bersubsidi.

"Kalau Pemerintah Pusat tidak bisa memberikan program pupuk bersubsidi pemprov mampu kok memberikan pupuk subsidi, anggaran kita besar kok, kenapa tidak bisa?" Jelasnya.

Terlebih mengenai penyaluran distribusi yang tepat sasaran juga mesti dijamin oleh Pemprov Kaltim agar tidak terjadi penyimpangan dalam pelaksanaannya guna mendukung peningkatan produktifitas pertanian. "Itu yang paling tepat jika kita mau konsen dalam upaya peningkatan itu," tutupnya. (Ar/Adv) 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....


Kanan - Iklan Sidebar

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.