- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Pembangunan Tugu Pesut Hingga di Angka 1,2 Miliar, Deni Jelaskan Konsep dan Anggaran

Keterangan Gambar : Penampakan Tugu Pesut Samarinda. (Foto : ARD)
ANALOGNEWS.id, Samarinda - Pembangunan Tugu Pesut di Kota Tepian menuai beragam reaksi dari masyarakat. Banyak yang mengkritik desainnya yang dianggap kurang menyerupai pesut, sementara anggaran sebesar Rp1,2 miliar juga menjadi sorotan tajam.
Polemik ini membuat proyek tersebut menjadi bahan diskusi hangat di berbagai kalangan. Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar pun turut angkat bicara memberikan klarifikasi bahwa desain tugu tersebut mengusung konsep seni kontemporer dengan elemen siluet sebagai ciri utama.
“Tugu Pesut ini bukanlah patung realistis, melainkan sebuah karya seni kontemporer yang menggunakan konsep siluet. Siluet ini menonjolkan garis-garis yang menciptakan kesan artistik tertentu,” katanya.
Pri yang akrab disapa Deni ini, menyebut bahwa konsep tersebut dipilih untuk menghadirkan landmark yang tidak hanya unik secara visual, tetapi juga memiliki makna mendalam, mencerminkan identitas ekosistem Sungai Mahakam yang menjadi kebanggaan Samarinda.
“Kami ingin memiliki ikon kota yang tidak hanya indah tetapi juga bermakna. Siluet pesut ini menggambarkan hubungan erat antara Samarinda dan Sungai Mahakam,” terang Deni.
Melihat anggaran proyek yang mencapai hingga Rp1,2 miliar, dirinya mengakui adanya kekhawatiran dari masyarakat. DPRD berkomitmen untuk melakukan evaluasi terhadap penggunaan anggaran guna memastikan transparansi dan optimalisasi dana.
“Kami meminta rincian lengkap dari pihak eksekutif terkait komponen anggaran yang digunakan. Ini penting agar dana yang dikeluarkan benar-benar dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Deni mengimbau masyarakat untuk melihat sisi positif dari proyek tersebut, memahami konsep seni yang diusung, dan berkontribusi dalam menjaga ikon kota tersebut.
“Saya berharap masyarakat dapat mendukung keberadaan Tugu Pesut ini. Mari kita rawat bersama-sama dan jadikan ikon ini sebagai kebanggaan Samarinda,” pungkasnya. (ARD/Adv/DPRDSamarinda)










.jpg)
