- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Palsukan Tanda Tangan JK, Arief Rosyid Dipecat

Keterangan Gambar : Arief Rosyid, Komisaris Bank Syariah Indonesia (sumber foto : Instagram)
ANALOGNEWS.id - Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla kecewa tanda tangannya dipalsukan Arief Rosyid. Ada wacana mempolisikan Ketua Departemen Ekonomi DMI tersebut.
Diketahui Arief Rosyid sudah dipecat JK karena diduga memalsukan tanda tangan Ketua Umum DMI Jusuf Kalla (JK) dan Sekretaris Jenderal DMI Imam Addaruqutni.
Surat pemecatan viral ditandatangani langsung oleh Jusuf Kalla, Sabtu 2 April 2022.
Baca Lainnya :
- Menkominfo Usulkan Pemilu 2024 Terapkan Pemungutan Suara Secara Online 0
- Buruh dan Petani Unjuk Rasa Terkait Kelangkaan dan Kenaikan Harga Minyak Goreng0
- Stok Masih Defisit, Indonesia Perlu Impor Pangan0
- Polisi Gagalkan Penyelundupan Ratusan Kilogram Sabu di Aceh 0
- Pembiayaan JKP 2022 Capai Rp1,31 Triliun, Menaker Jamin Pembayaran Aman0
Dalam surat yang beredar Nomor 066.H/III/SKEP/PP-DMI/IV/2022, disebutkan bahwa Arief Rosyid Hasan diberhentikan secara tetap dari keanggotaan DMI. Hak dan kewajibannya pun juga dicabut.
Semua perbuatan Arief Rosyid Hasan yang mengatasnamakan DMI tidak akan diakui dan tidak akan dipertanggungjawabkan oleh DMI.
Dalam surat tersebut, Arief Rosyid disebutkan tidak hanya memalsukan tanda tangan ketua umum dan sekretaris jendral DMI. Tapi kop surat DMI, dan stempel juga dipalsukan.
Sebelumnya, viral Ketua Departemen Ekonomi Dewan Masjid Indonesia (DMI) Arief Rosyid dipecat dari kepengurusan DMI karena memalsukan tanda tangan Ketua Umum DMI Jusuf Kalla dan Sekjen DMI Imam Addaruqutni.
Pemecatan terhadap Arief Rosyid diputuskan dalam rapat pleno Pengurus DMI yang digelar Jumat (1/4/2022) dari jam 09.30-11.15 WIB.
Rapat dipimpin Ketua Umum Jusuf Kalla, Wakil Ketua Umum Syafruddin, KH Masdar F Masudi dan Sekjen Imam Addaruqutni.
Jusuf Kalla yang juga mantan Wapres era SBY dan Jokowi ini mengaku kecewa dengan tindakan Arief Rosyid memalsukan tanda tangannya.
Terlebih, Arief Rosyid saat ini tercatat sebagai Komisaris Bank Syariah Indonesia.
“Memang ada wacana untuk mempolisikan, karena ini masuk ranah hukum. Tapi sejauh ini Pak JK serta DMI belum melangkah sampai ke sana,” kata juru bicara Jusuf Kalla, Husain Abdullah, kepada wartawan, Minggu (3/4/2022).
“Tidak sepatutnya Arief Rosyid melakukan itu. Sebagai aktivis organisatoris juga pejabat negara dalam kapasitas sebagai komisaris, pastinya tahu etika organisasi bahwa melakukan pemalsuan tanda tangan tidak dibenarkan,” ucap Jubir JK, Husain Abdullah lagi.
Lebih jauh Husain Abdullah menegaskan, Jusuf Kalla akan memberikan ruang dan kesempatan kepada jajarannya untuk berkreasi.
Dia meyakini karier Arief di DMI akan berbeda dengan saat ini jika sedari awal melaporkan segala bentuk rencana kegiatannya.
“Padahal, seandainya Arief menyampaikan atau melaporkan saja segala bentuk rencana dan kegiatannya, tentu akan lain,” jelasnya.
Surat palsu untuk Wakil Presiden Ma'ruf Amin itu terbongkar setelah Sekretariat Wakil Presiden melakukan konfirmasi kepada Jusuf Kalla.
Ketua Dewan Masjid Indonesia atau DMI Jusuf Kalla pun berang. Kemudian menggelar rapat pleno dan resmi mengeluarkan surat pemecatan. Kepada Komisaris Bank Syariah Indonesia Arief Rosyid. Dari keanggotaan DMI.
Sekjen DMI Imam Addaruqutni mengatakan, rapat tersebut berbarengan dengan koordinasi Ramadhan. Hadir pada rapat ini para ketua bidang dan wakil sekjen serta bendahara umum.
Dalam rapat pleno tersebut diputuskan secara tegas Arif Rosyid dipecat dari kepengurusan DMI. Menurut Imam posisi Arief Rosyid sendiri sudah digantikan oleh mantan Direktur BRI Asmawi Sam.
"Karena telah melanggar peraturan organisasi DMI dengan memalsukan tandatangan Ketua Umum dan Sekjen PP DMI serta stempel DMI dengan mengirim surat ke Wakil Presiden RI tanpa izin dari Ketua Umum dan Sekjen PP DMI," paparnya.
Lebih lanjut, segala tindakan yang dilakukan oleh Arif Rosyid menurut dia tidak boleh menggunakan atau membawa nama PP DMI lagi.
Kemudian, lanjut dia DMI sendiri memastikan tidak ikut serta dalam kegiatan Festival Ramadhan sebagaimana yang dimaksudkan dalam surat dengan tanda tangan yang dipalsukan oleh Arief Rosyid.
Diketahui, Arief Rosyid memalsukan tanda tangan Ketum dan Sekjen DMI dalam sebuah surat terkait agenda Undangan Kickoff Festival Ramadhan kepada Wakil Presiden Ma’ruf Amin.
Surat bernomor 060.III/SUP/PP-DMI/A/III/2022, berisi undangan kepada wapres untuk menghadiri Festival Ramadhan serentak di seluruh Indonesia.
Kegiatannya, berupa pameran UMKM, kuliner halal, buka puasa bersama, dan berbagai kegiatan selama sebulan penuh Ramadhan. (Red/AN)










.jpg)
