- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Keluarga Diharap Jadi Pengayom, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Sebut Pengawasan Anak Harus Diperk

Keterangan Gambar : Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Puji Setyowati
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Ancaman kekerasan terhadap anak kerap ditemukan di Kaltim padahal keluarga sebagai sarana pendidikan pertama bagi anak. Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Puji Setyowati mengharapkan agar setiap keluarga dapat berperan aktif dalam tumbuh kembang anak serta menjauhkan dari hal-hal yang tak diinginkan.
Ia mengajak seluruh pihak untuk dapat terlibat menjaga generasi penerus bangsa, baik itu pihak instansi pendidikan tempat sang buah hati bersekolah maupun pihak kerabat dan orangtua agar tetap intens memberikan pesan positif terhadap anak.
"Dorongan dari sekolah mengenai infrastruktur juga harus diperketat, seperti penerapan anak itu tunggu dijemput baru dipanggil menggunakan pengeras suara.," ucap Puji, Kamis (9/2/2023).
Baca Lainnya :
- Dua Petinggi Perusda Tersangka Kasus Korupsi, Pempeov Diminta Lakukan Pengetatan Dari Penyertaan Mod0
- Lelang Dini Langkah Konkret Antisipasi Silpa0
- Dua Kampus di Kaltim Dapat CSR Dari Perusahaan Tambang0
- Bapemperda DPRD Kaltim Akan Revisi Perda Perlindungan Masyarakat Hukum Adat0
- Perda RZWP3K Akan Melebur Dalam RTRW 0
Akhir-akhir ini kasus yang melibatkan anak kerap terjadi di beberapa daerah, seperti dua bocah di Makasar yang tega memutilasi teman sebayanya demi menjual organ tubuh, tentu dari kasus itu harusnya dapat menjadi pelajaran berharga bagi seluruh orangtua untuk meningkatkan kewaspadaannya.
"Maka dari itu edukasi kepada anak sangat penting dilakukan sejak dini, hal-hal yang dilarang sudah menjadi kewajiban orangtua untuk memberitahu anaknya," jelasnya.
Puji berharap kejadian-kejadian yang tak diinginkan terhadap anak tidak terjadi kembali, tentunya hal itu memerlukan komitmen bersama antar seluruh pihak dalam menjaga tumbuh kembang anak. (Ar/Adv)










.jpg)
