- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Faizal Rachman Ungkap Proyeksi Pendapatan Daerah Kutai Timur dalam Rapat Banggar Tahun 2025

Keterangan Gambar : Anggota Komisi B DPRD Kutai Timur, Faizal Rachman
ANALOGNEWS.id, KUTAI TIMUR - Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kutai Timur untuk tahun 2025 menggelar diskusi penting yang membahas rincian sumber pendapatan daerah.
Anggota Komisi B DPRD Kutai Timur, Faizal Rachman, mengungkapkan bahwa rapat tersebut merupakan lanjutan dari pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) yang telah diajukan pemerintah.
"Rapat Banggar hari ini berkaitan dengan KUA, belanja, dan pembiayaan, serta proyeksi pendapatan daerah kita," kata Faizal dalam jumpa pers di kantor DPRD Kutai Timur pada Selasa, 22 Juli 2024.
Baca Lainnya :
- Novel Tyty Paembonan Perjuangkan Transparansi Penyaluran Beasiswa, Harus Adil dan Tepat Sasaran0
- Leni Angriani, Anggota DPRD Kutai Timur, Perjuangkan Pendidikan Gratis Tanpa Pungli0
- DPRD Kutai Timur Dorong Penyelesaian Konflik Hubungan Industrial Melalui Hukum0
- Permudah Syarat Izin Praktik Perawat, Kadis DPM-PTSP Bontang: Kemudahan Bagi Nakes0
- DPM-PTSP Bontang Terapkan Sistem Digital untuk Pengajuan Surat Izin Praktik Bidan0
Faizal menjelaskan bahwa pendapatan terbesar yang diharapkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) berasal dari pendapatan transfer, terutama dari sektor Mineral dan Batubara (Minerba).
"Kontribusi terbesar berasal dari sektor Minerba, sedangkan dari sektor kelapa sawit juga ada dari Dana Bagi Hasil (DBH) dan transfer, meskipun nilainya tidak sebesar sektor Minerba," ungkap Faizal.
Menurut Faizal, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kutai Timur didominasi oleh sektor pertambangan dan galian, yang menyumbang sekitar 79 persen dari total PDRB. Sementara itu, sektor-sektor lain seperti pertanian dan pariwisata masih berkontribusi lebih kecil.
Diskusi Banggar juga membahas proyeksi pendapatan dari pengelolaan aset pemerintah daerah, yang mengalami penurunan dibandingkan target sebelumnya.
"Ada penurunan dalam target pendapatan dari penempatan dana di berbagai badan usaha milik daerah seperti PDAM, BPR, dan BPD. Targetnya sekitar 7 miliar per tahun, namun realisasinya hanya mencapai 4 miliar pada tahun 2023," jelas Faizal.
Faizal berharap bahwa target pendapatan ini bisa tercapai pada tahun 2025 setelah mengalami ketidakcapaian pada tahun 2023.
"Diharapkan target pendapatan 7 miliar untuk tahun 2025 dapat tercapai, mengingat pencapaian yang kurang memuaskan pada tahun 2023 hanya mencapai 4 miliar," tambahnya.
Dengan demikian, rapat Banggar ini tidak hanya sebagai forum evaluasi dan perencanaan anggaran, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan pendapatan daerah Kutai Timur dalam menghadapi tahun anggaran yang akan datang. (Adv)

Views: 591










.jpg)
