Faizal Rachman Ungkap Proyeksi Pendapatan Daerah Kutai Timur dalam Rapat Banggar Tahun 2025

By Redaksi 22 Jul 2024, 19:19:20 WIB DPRD Kutim
Faizal Rachman Ungkap Proyeksi Pendapatan Daerah Kutai Timur dalam Rapat Banggar Tahun 2025

Keterangan Gambar : Anggota Komisi B DPRD Kutai Timur, Faizal Rachman


ANALOGNEWS.id, KUTAI TIMUR - Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kutai Timur untuk tahun 2025 menggelar diskusi penting yang membahas rincian sumber pendapatan daerah.

Anggota Komisi B DPRD Kutai Timur, Faizal Rachman, mengungkapkan bahwa rapat tersebut merupakan lanjutan dari pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) yang telah diajukan pemerintah.

"Rapat Banggar hari ini berkaitan dengan KUA, belanja, dan pembiayaan, serta proyeksi pendapatan daerah kita," kata Faizal dalam jumpa pers di kantor DPRD Kutai Timur pada Selasa, 22 Juli 2024.

Baca Lainnya :

Faizal menjelaskan bahwa pendapatan terbesar yang diharapkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) berasal dari pendapatan transfer, terutama dari sektor Mineral dan Batubara (Minerba).

"Kontribusi terbesar berasal dari sektor Minerba, sedangkan dari sektor kelapa sawit juga ada dari Dana Bagi Hasil (DBH) dan transfer, meskipun nilainya tidak sebesar sektor Minerba," ungkap Faizal.

Menurut Faizal, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kutai Timur didominasi oleh sektor pertambangan dan galian, yang menyumbang sekitar 79 persen dari total PDRB. Sementara itu, sektor-sektor lain seperti pertanian dan pariwisata masih berkontribusi lebih kecil.

Diskusi Banggar juga membahas proyeksi pendapatan dari pengelolaan aset pemerintah daerah, yang mengalami penurunan dibandingkan target sebelumnya.

"Ada penurunan dalam target pendapatan dari penempatan dana di berbagai badan usaha milik daerah seperti PDAM, BPR, dan BPD. Targetnya sekitar 7 miliar per tahun, namun realisasinya hanya mencapai 4 miliar pada tahun 2023," jelas Faizal.

Faizal berharap bahwa target pendapatan ini bisa tercapai pada tahun 2025 setelah mengalami ketidakcapaian pada tahun 2023.

"Diharapkan target pendapatan 7 miliar untuk tahun 2025 dapat tercapai, mengingat pencapaian yang kurang memuaskan pada tahun 2023 hanya mencapai 4 miliar," tambahnya.

Dengan demikian, rapat Banggar ini tidak hanya sebagai forum evaluasi dan perencanaan anggaran, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan pendapatan daerah Kutai Timur dalam menghadapi tahun anggaran yang akan datang. (Adv)



Views: 591




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....


Kanan - Iklan Sidebar

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.