- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Event 77 Dikritik Dewan, Faisal : Tidak Merata Pelaksanaannya

Keterangan Gambar : Event 77 dikritik Dewan, sebut tidak merata pelaksanaannya
ANALOGNEWS.id, BONTANG - Program 77 event pariwisata inisiatif Pemerintah Kota (Pemkot) dikritik dewan. Menurut, Anggota Komisi III DPRD Bontang, Faisal pelaksanaan event tersebut hanya terfokus pada satu titik saja yakni di Stadion Bessai Berinta Lang-Lang dan Lapangan Den Arhanud Rudal.
"Harusnya merata ke semua wilayah di Bontang. Jadi tidak hanya satu titik saja," ujarnya Selasa (6/5/2023).
Faisal pun meminta kepada Pemkot Bontang agar pelaksanaan program event 77 itu bisa berjalan maksimal, seharusnya terlebih dahulu dilakukan kajian, contohnya berkaitan dengan kearifan lokal atau keunikan lain yang bisa lebih ditonjolkan untuk menarik pengunjung (publik).
Baca Lainnya :
- Nursalam Minta Pendirian Koperasi Tidak Pakai Kop Surat Pemerintah, Khawatir ada Pungli 0
- Komitmen Pemkot Bontang Dipertanyakan Dewan Soal Perbaikan Infrastruktur di Bontang Kuala0
- Dewan Minta Pemkot Bontang Buat Tangga Penghubung dan Jembatan Penyeberangan di Pasar Citra Mas Lokt0
- DPRD Bontang Minta pemerintah Aktif Kordinasi dengan BNN Mengentaskan Narkoba di Lingkup Pemkot Bont0
- Amir Tosina: Pembukaan Rute Kapal Bontang-Mamuju Hemat, dan Meningkatkan Perekonomian 0
Seperti di Kelurahan Loktuan, Kecamatan Bontang Utara ada dua ikon pariwisata, yakni Masjid Terapung Darul Irsyad Al Muhajirin dan Wisata Mangrove Telok Bangkok atau di Wisata Mangrove di Berbas Pantai. Itu bisa lebih dimaksimalkan untuk menarik wisatawan.
"Setiap tempat cari keunikannya, cari apa yang bisa ditonjolkan untuk dibuat kegiatan. Kalau cuma situ-situ saja bagaimana objek wisata kita bisa dikenali orang luar," beber Politikus Nasdem itu.
Menanggapi hal itu, Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase mengatakan, dirinya sependapat dengan usulan itu, artinya setiap wilayah harus diberikan peluang untuk mengembangkan pariwisata agar lebih dikenal publik.
"Memang sudah seharusnya pariwisata disebar, agar wilayah lain juga mendapat perhatian dan dikenali publik. Saya sepakat kok dengan itu," ungkapnya.
Meski begitu, menurut Basri pemilihan tempat untuk pelaksanaan beberapa kegiatan yang hanya difokuskan di beberapa titik seperti di Stadion Bessai Berinta Lang-Lang dan Lapangan Den Arhanud Rudal itu merupakan pertimbangan dari dinas terkait dalam hal ini yakni Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang
”Misal untuk event musik baru-baru ini, ya paling strategis ya di Lapangan Bessai Berinta dan Lapangan Den Arhanud Rudal. Akses kendaraan mudah, daya tampung besar, dan mudah diakses warga," terangnya.
Namun, Basri berjanji akan tetap mendorong agar agenda pariwisata di Kota Bontang bisa merata di seluruh wilayah serta variatif bentuknya. (Ar/An)










.jpg)
