- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
DP3AKB Bontang Gelar Pelayanan KB Gratis, 26 Warga Dapat Kontrasepsi

Analognews.id, BONTANG - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Bontang menggelar pelayanan Keluarga Berencana (KB) Mobile Gratis dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung di Polkes Kodim Bontang, Selasa (26/8/2026), tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memperluas akses pelayanan KB sekaligus mendorong kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keluarga.
Sekretaris DP3AKB Kota Bontang, Jamilah Sayuthi, mengatakan pelayanan KB gratis ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan layanan kontrasepsi.
Baca Lainnya :
“Pelayanan KB Mobile ini merupakan salah satu bentuk upaya kami untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Kami ingin masyarakat mendapatkan akses KB dengan mudah dan sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujar Jamilah.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 26 warga Bontang mendapatkan pelayanan kontrasepsi. Dari jumlah tersebut, 16 orang memilih metode kontrasepsi Intrauterine Device (IUD), tujuh orang menggunakan implan, dan dua orang mendapatkan pelayanan KB suntik.
Jamilah menyebut pelayanan tersebut tidak hanya berorientasi pada pengendalian penduduk, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun keluarga yang berkualitas dan sejahtera.
Menurutnya, pemilihan metode kontrasepsi tetap disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing akseptor. Karena itu, masyarakat diberikan kesempatan untuk berkonsultasi sebelum menentukan metode KB yang digunakan.
Kegiatan pelayanan KB Mobile ini terlaksana melalui kolaborasi DP3AKB Kota Bontang dengan Polkes Kodim Bontang, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Bontang, Tim Penggerak PKK Kota Bontang, serta Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Bontang.
“Kolaborasi ini penting karena pelayanan KB tidak bisa hanya dilakukan oleh satu pihak. Dengan keterlibatan berbagai unsur, pelayanan kepada masyarakat bisa lebih maksimal,” jelas Jamilah.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus mendorong masyarakat untuk lebih memahami pentingnya perencanaan keluarga, termasuk dalam menentukan jumlah dan jarak kelahiran anak.
“Harapannya masyarakat semakin sadar bahwa perencanaan keluarga merupakan bagian penting dalam membangun keluarga yang sehat, berkualitas dan sejahtera,” pungkasnya.










.jpg)
