- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
DP3AKB Bontang Dorong Remaja Matangkan Usia Pernikahan dan Hindari Perilaku Berisiko

Analognews.id, BONTANG – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Bontang terus mendorong peningkatan pengetahuan remaja dan keluarga dalam mempersiapkan kehidupan berkeluarga yang sehat, berkualitas, dan bertanggung jawab.
Upaya tersebut dilakukan melalui pendampingan kegiatan Bina Keluarga Remaja (BKR) Wilis dan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) Tumbuh Bersama di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kelurahan Gunung Telihan, Selasa (11/8/2026).
Sekretaris DP3AKB Kota Bontang, Jamila Suyuthi, mengatakan pembinaan terhadap remaja membutuhkan keterlibatan aktif keluarga. Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam mendampingi anak menghadapi berbagai tantangan selama masa pertumbuhan.
Baca Lainnya :
“Pembinaan remaja ini tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Perlu ada sinergi antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah agar remaja mendapatkan pendampingan yang tepat,” ujar Jamila.
Kegiatan tersebut mengangkat tema Pendewasaan Usia Pernikahan (PUP) dan Triad Kesehatan Reproduksi Remaja (Triad KRR). Peserta terdiri atas remaja usia sekolah tingkat SMP dan SMA serta keluarga yang memiliki anak remaja dan berdomisili di Kelurahan Gunung Telihan.
Melalui materi PUP, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya mempersiapkan diri sebelum memasuki jenjang pernikahan. Kesiapan tersebut mencakup aspek fisik, mental, emosional, sosial, hingga kemampuan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.
Jamila menekankan, pemahaman mengenai pendewasaan usia pernikahan penting diberikan sejak remaja agar mereka dapat menyusun rencana masa depan dengan lebih matang.
“Kami ingin anak-anak remaja memahami bahwa memasuki kehidupan berkeluarga membutuhkan kesiapan. Bukan hanya dari sisi usia, tetapi juga kesiapan fisik, mental, emosional, dan sosial,” jelasnya.
Selain PUP, peserta mendapatkan edukasi mengenai Triad KRR yang mencakup tiga risiko utama pada remaja, yakni perilaku seksual berisiko, HIV/AIDS, serta penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA).
Materi disampaikan oleh dr. Fakhruzzabadi bersama narasumber dari BNN Kota Bontang. Penyampaian dilakukan secara interaktif sehingga peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi juga diajak memahami dampak berbagai perilaku berisiko terhadap kesehatan dan masa depan mereka.
“Remaja perlu mendapatkan informasi yang benar agar mereka mampu menjaga diri, memilih pergaulan yang positif, serta menghindari berbagai perilaku yang dapat merugikan kesehatan dan masa depan,” kata Jamila.
Menurutnya, edukasi kepada remaja juga harus berjalan beriringan dengan penguatan peran orang tua. Keluarga diharapkan tidak hanya menjadi tempat anak tinggal, tetapi juga menjadi ruang pertama bagi remaja untuk mendapatkan informasi, berdiskusi, dan memperoleh pendampingan.
“Orang tua memiliki peran yang sangat penting sebagai pendamping utama anak. Karena itu, komunikasi antara orang tua dan remaja perlu terus dibangun agar anak merasa nyaman ketika menghadapi persoalan,” tuturnya.
DP3AKB berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi remaja untuk memperoleh informasi yang tepat mengenai kesehatan reproduksi dan perencanaan masa depan.
Dengan penguatan pengetahuan dan pendampingan sejak dini, remaja diharapkan mampu membangun pergaulan yang positif, menjaga kesehatan reproduksi, menjauhi NAPZA, serta mengambil keputusan secara bijak dalam merencanakan masa depan.
“Harapannya, melalui kegiatan seperti ini remaja semakin memahami bagaimana menjaga diri dan merencanakan masa depannya. Kami juga ingin keluarga semakin aktif mendampingi anak-anak mereka,” pungkasnya.










.jpg)
