- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Bapokting dan Panic Buying, Begini Kata Sani

Keterangan Gambar : Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Sani Bin Husain. (Foto : ARD)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Sani Bin Husain angkat bicara terkait isu kenaikan harga dan potensi kelangkaan bahan pokok penting (Bapokting) saat Ramadan 2025, serta Panic Buying masyarakat yang terus terjadi di setiap acara besar tahunan saat ini.
Menurutnya, kepanikan itu hal yang wajar bagi manusia dan kita tidak bisa menyalahkan perasaan orang, karena tugas kita hanya menjamin bagaimana ketersediaan barang cukup bagi mereka, apalagi saat ini Ramadan sedang berjalan.
"Ya tugas kita hanya memastikan ketersediaan bapokting itu cukup bagi mereka, seperti beras cukup, pangan cukup, gas cukup dan itulah tugas kita. Bukan malah ngurusin perasaan mau panik atau enggak," terangnya.
Sani sapaan akrabnya, mengatakan bahwa saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tidak boleh menyalahkan kepanikan dari masyarakat. Kepanikan itu terjadi, karena mungkin masyarakat belum bisa mendapatkan ketersediaan bapokting untuk kebutuhan mereka.
"Pemkot Samarinda gak boleh nyalahin paniknya masyarakat. Mau panik ya panik aja nanti kalau kebutuhan cukup pasti reda sendiri paniknya," kata Sani.
"Ini masalah psikologi masyarakat. Kita itu dua tugasnya, menjamin stoknya cukup dan harga terjangkau," sambungnya.
Lebih lanjut kata Sani, mengingat pentingnya menjaga kestabilan harga, pihaknya akan terus memantau dan mengawasi pasar, guna memastikan tidak terjadinya lonjakan harga yang signifikan terhadap bapokting.
"Kita akan mengusahakan dari DPRD sebagai pengawas akan selalu memantau dan monitor agar pemerintah terus menjaga kestabilan agar tidak terjadinya inflasi," pungkasnya. (ARD/Adv/DPRDSamarinda)










.jpg)
