- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Banyak Infrastruktur di Bontang Kuala Rusak, Abdul Samad Sebut Pemerintah Terkesan Tutup Mata

ANALOGNEWS.id, BONTANG - Kondisi infrastruktur kampung wisata Bontang Kuala (BK) banyak yang rusak, mendapat sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang.
Beberapa infrastruktur yang rusak itu diantaranya ada di sekitar anjungan Bontang Kuala, seperti panggung budaya, jalanan kayu sekitar panggung, dan eks area kebakaran sejak 2020 hingga saat ini belum ada sentuhan pemerintah daerah.
Anggota Komisi III DPRD Bontang Abdul Samad pun menilai pemerintah kurang memperhatikan persoalan infrastruktur, khususnya yang ada di Bontang Kuala. Padahal, Kampung Bontang Kuala merupakan destinasi wisata unggulan di Kota Bontang, Kalimantan Timur.
Baca Lainnya :
- Dewan Apresiasi Rencana Dishub Bontang Akan Buat Satgas Parkir Liar0
- Bakhtiar Wakkang Turut Menyayangkan Gelaran Student Expo, Pemkot Bontang Dinilai Kurang Menyeleksi 0
- Bonus Atlet Belum Cair, BW: Itu Kewajiban Pemerintah, Harusnya Sudah Selesai 0
- Agus Haris Ajak Masyarakat Bontang Mengamalkan Nilai-Nilai Pancasila0
- Pengurus Baru KONI Kota Bontang Resmi Dilantik, Andi Faiz : Semoga Prestasi Para Atlet Meningkat0
"Tidak ada perhatian dari pemerintah. Padahal ini jadi objek wisata unggulan Bontang, tapi infrastrukturnya sangat tidak layak, banyak rusak," ujarnya, Senin (5/6/2023).
in
Tak hanya itu, Samad mengungkapkan rusaknya infrastruktur tersebut sudah lama disuarakan masyarakat, namun hingga saat ini belum juga tersentuh perbaikan. Pemerintah pun dinilai justru terkesan tutup mata.
"Apa bentuk pertanggungjawaban pemerintah soal kerusakan ini. Kok sampai sekarang belum tersentuh perbaikan. Harusnya ini bisa jadi skala prioritas. Masa Bontang Kuala selalu diperkenalkan sebagai lokasi wisata, tapi fasilitasnya banyak yang rusak. Malu kita," ujarnya kembali.
Politisi Partai Hanura ini pun mendesak Pemkot Bontang agar perbaikan infrastruktur di Bontang Kuala menjadi skala prioritas di penganggaran APBD-Perubahan 2023 ini.
Menyikapi persoalan ini. Dian Nur Afianto selaku Bagian Perencanaan Ahli Muda Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bappelitbang) Kota Bontang menjelaskan, telah membahas soal rencana perbaikan infrastruktur di destinasi wisata Bontang Kuala.
Untuk, perbaikannya sendiri akan dianggarkan di anggaran tahun 2024 mendatang dengan estimasi total anggaran senilai Rp 4,5 miliar. Namun, total anggaran itu akan dibagi untuk pembenahan di pulau Beras Basah senilai Rp 1 miliar.
"Jadi untuk di Bontang Kuala alokasi anggarannya dapat Rp 3,5 miliar, itu full untuk perbaikan panggung, jalan, sekaligus anjungan eks kebakaran. Dan memang sudah masuk dalam usulan Musrenbang kemarin," tuturnya. (Ar/An)










.jpg)
